Politik, Dunia

Indonesia minta negara OKI tinjau kembali hubungan dengan Israel

Presiden Jokowi meminta negara-negara OKI juga mendukung setiap pencalonan Palestina di dalam organisasi internasional

Erric Permana  | 14.12.2017 - Update : 15.12.2017
Indonesia minta negara OKI tinjau kembali hubungan dengan Israel Presiden Indonesia Joko Widodo menyampaikan pidato pada pertemuan luar biasa Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Pusat Konvensi dan Pameran Internasional Lutfi Kirdar di Istanbul, Turki pada tanggal 13 Desember 2017. ( Erhan Elaldı - Anadolu Agency )

Jakarta Raya

Erric Permana

JAKARTA

Indonesia meminta negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk meninjau kembali hubungan dengan Israel. Permintaan itu merupakan salah satu usulan yang disampaikan Presiden Joko Widodo saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) OKI di Istanbul, Turki.

“Bagi negara anggota OKI yang memiliki hubungan dengan Israel agar mengambil langkah-langkah diplomatik, termasuk kemungkinan meninjau kembali hubungan dengan Israel,” ujar Joko Widodo di Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis.

Selain itu, kata Presiden Jokowi, Indonesia juga meminta agar negara-negara OKI mendukung Palestina dalam berbagai kesempatan.

“OKI harus mendukung setiap pencalonan Palestina dalam keanggotaan di berbagai organisasi internasional,” ujar presiden.

Negara-negara OKI juga diminta untuk melakukan lobi dengan negara-negara yang belum mengakui kemerdekaan serta melobi negara-negara nonblok untuk mendukung Palestina.

“Negara OKI harus menjadi motor untuk menggerakkan dukungan negara yang belum mengakui kemerdekaan untuk segera melakukan,” tambah Presiden Jokowi.

Dalam pertemuan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Indonesia juga telah meminta negara OKI untuk mengajak negara lain mengeluarkan resolusi menolak keputusan Amerika Serikat (AS) yang secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.