Maria Elisa Hospita
19 Maret 2020•Update: 19 Maret 2020
Peter Kenny
JENEWA
Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) memperingatkan keterpurukan ekonomi akibat wabah virus korona atau Covid-19 dapat menyebabkan hilangnya hingga 25 juta pekerjaan.
"Dampaknya akan jauh lebih besar, hingga menyebabkan jutaan orang menjadi pengangguran. Kita perlu mengambil langkah-langkah respons yang terkoordinasi dan segera," tegas ILO.
Organisasi itu menekankan angka pengangguran global bisa jauh lebih rendah jika direspons dengan kebijakan yang terkoordinasi secara internasional.
“Ini bukan lagi krisis kesehatan global, karena pasar tenaga kerja utama dan ekonomi juga terdampak. Pada 2008, dunia bahu-membahu mengatasi krisis keuangan global, sehingga kemungkinan yang terburuk bisa dihindari. Kami membutuhkan kepemimpinan dan tekad seperti itu sekarang," ujar Direktur Jenderal ILO Guy Ryder.
Dia merekomendasikan langkah-langkah berskala besar, cepat, dan terkoordinasi yang melindungi tenaga kerja sekaligus merangsang ekonomi.
ILO juga mengusulkan kebijakan fiskal dan moneter, serta menyediakan pinjaman dan dukungan keuangan untuk sektor ekonomi tertentu.
Organisasi tersebut memperkirakan peningkatan pengangguran global antara 5,3 juta hingga 24,7 juta.
Sebagai perbandingan, krisis keuangan global 2008-2009 menambah pengangguran global sebesar 22 juta.
Virus korona, atau yang secara resmi disebut sebagai Covid-19, pertama kali diidentifikasi di Wuhan, China, dan telah menyebar ke setidaknya 158 negara dan wilayah.
Wabah ini telah merenggut sekitar 8.810 nyawa.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sejauh ini, ada 218.823 kasus Covid-19 di seluruh dunia, sementara lebih dari 82.500 pasien sudah dinyatakan pulih.