Muhammad Abdullah Azzam
26 Juli 2019•Update: 28 Juli 2019
Mehmet Nuri Uçar,Hamdi Yıldız
GAZA
Wakil Kepala Biro Politik Hamas, Salih al-Aruri menggambarkan kunjungan delegasi organisasinya ke Iran sebagai "lawatan bersejarah dan strategis".
Berbicara kepada televisi Hamas Al-Aqsa, al-Aruri mengungkapkan kunjungan delegasi Hamas itu dilakukan saat umat Islam menghadapi situasi berbahaya, rumit dan sensitif dengan bertambahnya rencana-rencana anti-Palestina serta ketegangan di kawasan.
"Hubungan kami dengan Iran adalah bagian dari persekutuan dekat kami dengan orang-orang, pemerintah dan pihak-pihak yang menolak proyek Zionis,” tutur al-Aruri.
Al-Aruri menekankan hubungan Hamas dengan Iran tak bertentangan dengan bangsa Arab atau para Muslim, melainkan upaya bersatu melawan penjajahan.
“Kami berada di garis pertahanan (bersama mereka) yang mempertahankan negara ini (Palestina), seperti Iran, Mesir dan Arab Saudi," lanjut dia.
Petinggi Hamas itu mengatakan pihaknya menegaskan dengan jelas kepada Teheran bahwa mereka ingin mengembangkan hubungan satu arah dengan Iran untuk melawan Zionisme dan hegemoni AS yang merancang kawasan tersebut sesuai keinginan Israel.
Iran pun tidak takut untuk menawarkan dukungan terhadap Gaza dan menawarkan segala jenis dukungan meski ada blokade, ungkap Al-Aruri.
Delegasi Hamas yang dipimpin Wakil Kepala Biro Politik Hamas, Salih al-Aruri, bertemu dengan Sekretaris Jenderal Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran, Ali Shamhani, dan penasehat pemimpin Iran Ali Khamenei, Ali Akbar Velayati dalam kunjungan ke negara itu empat hari sejak Sabtu kemarin.