Yazan Samra
27 November 2023•Update: 30 November 2023
GAZA, Palestina
Kelompok Palestina Hamas pada Minggu mengumumkan bahwa mereka berupaya untuk memperpanjang gencatan senjata jeda kemanusiaan selama empat hari dengan Israel di Jalur Gaza.
Kelompok perjuangan Palestina tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka melakukan upaya serius untuk menjamin pembebasan lebih banyak warga Palestina bahkan setelah jeda berakhir.
Sumber Palestina yang tidak mau disebutkan namanya karena dia tidak berwenang berbicara kepada media mengonfirmasi kepada Anadolu bahwa Hamas memberi tahu negara mediator Qatar dan Mesir bahwa mereka bersedia memperpanjang gencatan senjata saat ini selama dua hingga empat hari mendatang.
Selama tiga hari pertama jeda, Hamas membebaskan 40 warga Israel dan 18 warga asing, sementara Israel membebaskan 117 warga Palestina.
Jeda kemanusiaan selama empat hari yang dimediasi oleh Qatar, Mesir dan Amerika Serikat (AS) mulai berlaku pada Jumat, yang telah menghentikan sementara serangan Israel ke Jalur Gaza.
Israel melancarkan kampanye militer besar-besaran di Jalur Gaza menyusul serangan lintas batas oleh Hamas pada 7 Oktober.
Sejak itu, konflik ini telah menewaskan sedikitnya 14.854 warga Palestina, termasuk 6.150 anak-anak dan lebih dari 4.000 wanita, menurut otoritas kesehatan di wilayah tersebut. Korban tewas di Israel menurut laporan resmi mencapai 1.200 orang.