Ekip
10 Desember 2017•Update: 11 Desember 2017
Yaser Albanna
GAZA
Sayap bersenjata kelompok Palestina Hamas berjanji akan membalas serangan udara Israel di jalur Gaza baru-baru ini, yang diakibatkan oleh ketegangan setelah pengakuan Presiden Donald Trump akan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Israel "akan membayar harga mahal karena telah melanggar kesepakatan dengan gerakan resistensi di Gaza," kata Brigade Ezzeddin al-Qassam dalam pernyataan yang dikeluarkan mereka pada Minggu.
Dua warga Palestina menjadi martir pada Sabtu, ketika pesawat perang Israel memberondong jalur Gaza dengan tembakan.
"Kami akan membuktikan kepada musuh bahwa mereka telah melakukan kesalahan besar dan salah memperhitungkan kekuatan gerakan resistensi di sini," kata kelompok tersebut.
Pada Rabu, Trump megumumkan AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan berkata bahwa kedutaan besar AS akan dipindahkan dari Tel Aviv ke Yerusalem.
Perubahan dramatis dalam kebijakan AS terhadap Yerusalem ini memicu demonstrasi di wilayah pendudukan Palestina dan beberapa negara Muslim lainnya.
Yerusalem tetap berada di pusat konflik Israel-Palestina, dengan Palestina berharap Yerusalem Timur – sekarang diduduki oleh Israel – menjadi ibu kota negara Palestina kelak.