Maria Elisa Hospita
15 Februari 2021•Update: 15 Februari 2021
Rodrigue Forku
YAOUNDE, Kamerun
Wabah virus Ebola baru diumumkan di Guinea, Afrika Barat, yang sejauh ini telah merenggut tiga nyawa.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), wabah tersebut dideteksi di desa Goueke, prefektur N'Zerekore.
Dengan dikonfirmasinya tiga kasus Ebola oleh laboratorium nasional menandai pertama kalinya penyakit tersebut dilaporkan di negara itu sejak wabah berakhir pada 2016.
"Penyelidikan awal menemukan bahwa seorang perawat dari fasilitas kesehatan setempat meninggal pada 28 Januari 2021. Setelah dimakamkan, enam orang yang menghadiri pemakamannya melaporkan gejala mirip Ebola," papar WHO Afrika dalam sebuah pernyataan.
"Saat ini dua di antara enam orang itu telah meninggal, sementara empat lainnya dirawat di rumah sakit," lanjut badan itu.
Guinea adalah salah satu dari tiga negara Afrika Barat yang paling terkena dampak wabah selama 2014-2016.
Wabah ini menyebabkan kekhawatiran global pada 2014 setelah menewaskan lebih dari 11.300 orang dan menginfeksi sekitar 28.600 orang di Guinea, Liberia, dan Sierra Leone.
"Kemunculan Ebola di Guinea adalah keprihatinan besar. Namun kami akan mengandalkan pengetahuan dan pengalaman kami selama wabah sebelumnya. Tim medis di Guinea akan terus melacak virus tersebut," kata Matshidiso Moeti, direktur regional WHO untuk Afrika.
Awal bulan ini, otoritas Republik Demokratik Kongo (DRC) juga melaporkan kemunculan kembali virus Ebola di wilayah timurnya, lebih dari dua bulan setelah wabah terakhir.
Ebola, demam tropis yang pertama kali muncul pada 1976 di Sudan dan DRC, ditularkan ke manusia dari hewan liar.