Muhammad Abdullah Azzam
06 Agustus 2020•Update: 06 Agustus 2020
Yousef Hussein
BEIRUT
Pasca terjadinya ledakan mematikan pada Selasa di pelabuhan ibu kota Lebanon, gubernur Beirut mengatakan kerusakan material akibat insiden tersebut mencapai sekitar USD3-5 miliar.
"Beirut telah menjadi kota yang hancur ... setengahnya dihancurkan dan ratusan ribu penduduk tidak akan dapat kembali ke rumah mereka sebelum dua atau tiga bulan lagi," kata Marwan Abboud kepada wartawan pada Rabu.
Pada Selasa, sebuah ledakan besar mengguncang Pelabuhan Beirut, menewaskan sedikitnya 100 dan melukai 4.000 lainnya dan menyebabkan kerusakan besar di beberapa lingkungan ibu kota.
Gubernur Abboud mengatakan tidak ada jumlah yang akurat mengenai orang hilang.
Ledakan itu terjadi ketika ekonomi Lebanon menghadapi krisis terburuk dalam beberapa dekade.
Insiden tersebut juga terjadi beberapa hari sebelum putusan yang dijadwalkan pada Jumat oleh pengadilan yang didukung PBB dalam kasus pembunuhan berencana mantan Perdana Menteri Rafik al-Hariri.