Tevfik Durul
12 Maret 2022•Update: 15 Maret 2022
ANTALYA
Migrasi tidak teratur menjadi salah satu topik penting yang dibahas di Forum Diplomasi Antalya (ADF), di mana Anadolu Agency menjadi mitra komunikasi global forum tersebut.
Berbicara di panel pada Jumat dengan tema “Menangani migrasi ilegal: Sebuah pendekatan holistik”, Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi Filippo Grandi mengatakan masalah ini bukan hanya tanggung jawab bersama dari negara sumber atau tuan rumah tetapi berlaku bagi semua anggota komunitas internasional.
Direktur Jenderal Pengelolaan Migrasi Turki Savas Unlu mengatakan Turki, yang merupakan salah satu negara yang paling banyak menanggung beban migrasi ilegal, melakukan pendekatan yang manusiawi dan profesional dalam menangani masalah dari sudut pandang ekonomi, hukum, dan banyak lainnya.
Wakil Khusus Sekretaris Jenderal Dewan Eropa untuk Migrasi dan Pengungsi, Leyla Kayacik; Menteri Ekonomi dan Perdagangan Lebanon Amin Salam dan Direktur Dialog dan Kerjasama Migrasi di Pusat Internasional untuk Pengembangan Kebijakan Migrasi (ICMPD), Martijn Pluim juga hadir dalam forum tersebut.
Para panelis menekankan bahwa masalah tidak dapat diselesaikan dengan menjaga migrasi ilegal dari perbatasan negara lain.
Mereka juga menambahkan bahwa kerja sama dan keharmonisan semua pemangku kepentingan diperlukan untuk menghilangkan faktor-faktor yang menjadi sumber masalah.
Para panelis juga menekankan pelanggaran HAM tidak boleh dibiarkan dan migran perlu ditampung dengan cara yang sesuai dengan martabat manusia.