Türkİye, Dunia

Erdogan: Turkiye ingin perkuat jaringan transportasi dengan negara OKI

Erdogan menilai jaringan transportasi terintegrasi menjadi kunci pemanfaatan potensi besar dunia Islam

Özcan Yıldırım, Muhammad Abdullah Azzam  | 12.02.2026 - Update : 17.02.2026
Erdogan: Turkiye ingin perkuat jaringan transportasi dengan negara OKI

ANKARA

Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan menegaskan bahwa Turkiye menargetkan penguatan integrasi dengan negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) melalui pengembangan koridor lintas batas dan proyek bersama yang menghasilkan nilai tambah.

Pernyataan tersebut disampaikan Erdogan dalam pesan video pada Pertemuan Menteri Transportasi OKI yang digelar di Istanbul, Kamis (12/2).

Erdogan menyampaikan harapan agar pertemuan tersebut membawa manfaat bagi dunia Islam dan seluruh umat manusia, serta menyambut para delegasi dari berbagai negara yang hadir di Turkiye.

Ia menekankan bahwa meski jarak geografis semakin kehilangan arti, konektivitas strategis kini menjadi semakin penting dalam dinamika global.

Menurut Erdogan, konferensi transportasi pertama OKI digelar sekitar 40 tahun lalu, dan sejak itu dunia mengalami perubahan besar dalam ekonomi, jalur perdagangan, pusat produksi, serta teknologi transportasi.

Ia menilai sektor transportasi tidak hanya berkaitan dengan mobilitas barang dan manusia, tetapi juga menjadi unsur utama pembangunan, daya saing, dan integrasi regional.

Erdogan mengatakan dunia Islam yang membentang dari Asia hingga Afrika, Eropa hingga Timur Tengah memiliki koridor alami, populasi muda yang dinamis, serta pasar yang terus berkembang. Namun, potensi tersebut membutuhkan jaringan transportasi yang efektif, aman, dan terintegrasi untuk dapat dimanfaatkan secara optimal.

Dalam kesempatan itu, Erdogan menyoroti sejumlah proyek transportasi berskala besar yang telah dijalankan Turkiye dalam beberapa tahun terakhir, seperti Marmaray, Terowongan Eurasia, Jembatan Çanakkale 1915, dan Jembatan Yavuz Sultan Selim, yang menurutnya memperkuat jalur perdagangan global.

Ia juga menyebut modernisasi jalur kereta api, investasi pelabuhan, serta langkah di sektor penerbangan telah menjadikan Turkiye salah satu pusat transportasi udara global.

Erdogan menegaskan bahwa Turkiye tidak memandang investasi tersebut hanya dalam kerangka nasional.

“Hedefimiz OKI negara anggota dengan entegrasyonu güçlendirmek, sınır aşan koridorları geliştirmek ve ortak projelerle katma değer üretmektir,” kata Erdogan.

Ia menambahkan bahwa pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah keputusan penting, termasuk penyusunan peta jalan untuk memperkuat jaringan transportasi antarnegara anggota, peningkatan solidaritas di platform internasional, serta penyusunan Dokumen Strategi Konektivitas Transportasi di bawah kepemimpinan Turkiye sebagai ketua periode.

Erdogan menekankan pentingnya pelaksanaan keputusan melalui pertemuan teknis yang berkelanjutan dan mekanisme pemantauan yang ketat.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.