11 Juli 2017•Update: 11 Juli 2017
Roy Ramos
ZAMBOANGA CITY, Filipina
Presiden Filipina Rodrigo Duterte tak hadir di konferensi bergengsi G20 pekan lalu di Hamburg karena ia tak diundang, meskipun dirinya adalah salah satu kepala negara blok regional penting, kata pejabat resmi di Jerman dan Filipina.
Dalam sejarahnya, ketua Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) selalu menghadiri konferensi G20 karena pertumbuhan ekonomi negara-negara anggotanya berkembang, dan Duterte saat ini duduk sebagai pimpinannya.
Dalam wawancara dengan ABS-CBN News pada Selasa, juru bicara Filipina Ernesto Abella mengkonfirmasi bahwa Duterte tidak menerima undangan resmi dari pemerintah Jerman, tuan rumah G20 tahun ini.
Tak adanya undangan resmi ini juga dibenarkan oleh pemerintah Jerman.
“Filipina tidak ada di daftar negara yang dikimi undangan,” kata Kantor Pres dan Informasi Pemerintah Jerman, seperti dikutip oleh Rappler, portal berita online milik Filipina.
Negara-negara peserta G20 menyumbang lebih dari empat per lima produksi di dunia dan tiga per empat perdagangan global, juga merupakan rumah dari dua per tiga penduduk di seluruh dunia.
Abella berkata, meskipun merupakan hak prerogatif G20 perihal negara mana yang bisa diundang, Filipina menolak untuk melakukan lobi supaya dapat diundang, tak seperti beberapa negara.
Abella percaya bahwa “gaya” Duterte dalam memimpin Filipina lebih baik ketimbang mencari persetujuan dari negara-negara lain, seperti terlihat dari pertumbuhan ekonomi Filipina kini.
Beberapa waktu lalu, Duterte tak mengindahkan kritik negara-negara Eropa yang mengatakan dirinya melakukan pelanggaran hak asasi manusia ketika mengobarkan perang melawan narkoba di negaranya.
Duterte juga menolak bala bantuan dari Uni Eropa, dengan alasan tak bisa membiarkan UE ikut campur urusan dalam negeri Filipina.