Rhany Chairunissa Rufinaldo
28 Juni 2019•Update: 28 Juni 2019
Haydar Karaalp dan Mehmet Nuri Ucar
BAGHDAD (AA) – Ratusan warga Irak mendobrak kompleks kedutaan besar Bahrain di Baghdad pada Kamis.
Mereka menurunkan bendera negara itu dan menggantinya dengan bendera Palestina untuk memprotes partisipasi Bahrain dalam konferensi ekonomi yang dipimpin AS di Manama.
Sekelompok orang juga terlihat membakar bendera Amerika Serikat, memaksa pasukan keamanan Irak untuk turun tangan.
Menteri Negara Urusan Teluk Arab Saudi Thamer al-Sabhan mengatakan di Twitter bahwa apa yang terjadi di kedutaan sangat disesalkan.
Bahrain - sebuah negara kepulauan di Teluk Persia - menjadi tuan rumah "Lokakarya Damai Sejahtera" selama dua hari untuk membahas bagian ekonomi dari "Kesepakatan Abad" rancangan Presiden AS Donald Trump untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina.
Otoritas Palestina mengumumkan bahwa mereka tidak akan berpartisipasi dalam pertemuan dan meminta negara-negara di kawasan untuk memboikotnya.
Konferensi dimulai pada Selasa dan dihadiri oleh tuan rumah Bahrain serta Arab Saudi, Yordania, Mesir, Uni Emirat Arab, Qatar dan Maroko.
Meskipun pejabat Israel tidak diundang, sejumlah pengusaha dan jurnalis dari negara itu terlihat menghadiri lokakarya.
Negosiasi Palestina-Israel gagal pada April 2014 setelah Israel menolak untuk menghentikan aktivitas permukiman, menerima solusi dua negara berdasarkan perbatasan pra-1967 dan membebaskan tahanan Palestina dari penjaranya.