Astudestra Ajengrastrı
25 Oktober 2018•Update: 25 Oktober 2018
Umar Farooq
WASHINGTON
Sejumlah "paket misterius" yang berisi bahan peledak ditemukan di dekat rumah dan kantor beberapa tokoh politik dan figur media ternama, ujar penegah hukum AS pada Rabu.
The Time Warner Center, lokasi biro New York CNN, dievakuasi setelah menerima sebuah "perangkat mencurigakan" di ruang surat-menyurat mereka.
Paket ini ditujukan kepada mantan Pimpinan CIA John Brennan dan kantor anggota kongres Debbie Wasserman Schultz di Florida tertulis sebagai alamat pengirim. Sebuah tim penjinak bom segera dikirim ke gedung tersebut untuk melakukan investigasi.
"Tindakan pengrcut ini menjijikkan & tak punya tempat di Negara ini. Bersyukur karena respons cepat dari @SecretService, @FBI & penegak hukum lolak. Mereka yang bertanggung jawab akan diganjar hukuman," tulis Wakil Presiden Mike Pence di Twitter.
Komisioner Departemen Kepolisian New York James O'Neil menekankan dalam konferensi pers bahwa perangkat yang ditemukan di Time Warner Center terlihat "menyala" dan otoritas juga menemukan bubuk putih di dalam kemasan paket tersebut.
Pada Selasa malam, sebuah paket bahan peledak lain dialamatkan kepada mantan Presiden AS Barack Obama ke rumahnya di Washington DC. Rabu pagi, Dinas Rahasia menemukan paket serupa dikirim kepada mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton ke kediamannya di New York.
Dinas Rahasia menyatakan isi dalam paket tersebut terkonfirmasi dalam prosedur skrining paket.
Kedua perangkat ini berhasil ditemukan sebelum sampai ke tangan korban yang dituju, dan keluarga Clinton serta keluarga Obama tak berada dalam bahaya.
“Dinas Rahasia telah melakukan investigasi kriminal menyeluruh yang akan melibatkan semua tenaga federal, negara bagian, dan lokal untuk menentukan sumber paket dan mengidentifikasi siapa yang bertanggung jawab,” kata mereka melalui pernyataan.
Presiden AS Donald Trump mengatakan paket-paket ini “tercela” dan menyerukan solidaritas kepada masyarakat Amerika.
"Keamanan rakyat Amerika adalah prioritas tertinggi dan absolut saya," ujar Trump dalam acara di Gedugn Putih. "Dalam waktu seperti ini kita harus bersatu. Kita harus bersama-sama, dan mengirimkan pesan jelas, kuat dan penting bahwa tindakan atau ancaman kekerasan politik tak memiliki tempat di Amerika Serikat."
Trump berkata dia telah menerima penjelasan dari Dinas Rahasia, Kementerian Kehakiman, Kementerian Keamanan Negara, dan FBI, lalu melanjutkan bahwa investigasi federal tengah dilakukan.
Laporan awal dari CNN yang berkata Gedung Putih menerima "paket mencurigakan" serupa adalah salah, menurut Dinas Rahasia.
"Usaha untuk menyebarkan ketakutan sedang terjadi di dunia sekarang ini," ujar Gubernur New York Andrew Cuomo dalam penjelasan yang sama. "Tidak ada yang baru."
Dia menambahkan paket yang sama juga tiba di kantornya di New York.
Paket-paket lain ditemukan di fasilitas surat-menyurat kongres di Maryland yang dialamatkan kepada anggota kongres Maxine Waters, juga di dekat kantor Schultz yang sebelumnya hendak dikirim ke mantan Jaksa Agung Eric Holder, menurut beberapa laporan.
Penemuan paket-paket ini muncul sehari setelah satu paket lain yang berisi bahan peledah ditemukan di rumah trilyuner dermawan George Soros di rumahnya di pinggiran New York.
Penyelidikan FBI mengatakan satu atau lebih individu mengirimkan beberapa paket mirip ke lokasi-lokasi berbeda ini.
Wali Kota New York City Bill de Blasio meminta seluruh pejabat publik untuk menghindari menyulut kericuhan, sementara seorang petugas senior FBI berkata insiden ini diperlakukan sama seperti kasus terorisme domestik.
"Penggunaan kekerasan untuk mewujudkan agenda politik tertentu tidak dapat diterima," kata Agen Khusus FBI Bryan Paarmann.