Hayati Nupus
10 Februari 2019•Update: 11 Februari 2019
Fuat Kabakci
BEIJING
China pada Sabtu mendesak pembicaraan damai untuk mengatasi krisis Venezuela dan menyuarakan dukungannya bagi upaya masyarakat internasional untuk mencapai tujuan ini, menurut Kementerian Luar Negeri China.
Dalam sebuah pernyataan, juru bicara kementerian Hua Chunying mengatakan: "China percaya urusan Venezuela harus diselesaikan oleh rakyat Venezuela di bawah kerangka konstitusi dan hukum, serta lewat dialog damai dan cara-cara politik."
Dia menekankan kelompok internasional yang dipimpin PBB yang dibentuk Kamis dan meminta para pihak untuk memainkan peran konstruktif.
Venezuela diguncang protes sejak 10 Januari, ketika Presiden Nicolas Maduro dilantik untuk masa jabatan kedua setelah pemungutan suara yang diboikot oleh oposisi.
Ketegangan meningkat ketika pemimpin oposisi Juan Guaido menyatakan diri sebagai presiden pada 23 Januari, langkah yang didukung oleh AS, juga sejumlah negara Eropa dan Amerika Latin.
Rusia, Cina, Iran, Bolivia, dan Meksiko lebih mengutamakan Maduro, seperti halnya Turki.
Dua puluh negara anggota Uni Eropa termasuk Spanyol, Jerman, Prancis dan Inggris mengakui Guaido, serta meningkatkan tekanan pada Maduro.