ISTANBUL
China memanggil duta besar Amerika Serikat (AS) di Beijing terkait kunjungan Ketua DPR Nancy Pelosi ke Taiwan.
Kementerian Luar Negeri China, pada Rabu pagi waktu setempat, mengajukan protes kepada Duta Besar AS Nicholas Burns atas kunjungan mendadak Pelosi ke Taiwan yang disebut Beijing sebagai “provinsi yang memisahkan diri.”
“Sifat kunjungan Pelosi sangat kejam dan konsekuensinya sangat serius,” kata Wakil Menteri Luar Negeri China Xie Feng kepada Burns.
"AS harus membayar harga untuk kesalahannya sendiri. China akan mengambil tindakan balasan yang diperlukan dan tegas dan kami bersungguh-sungguh dengan apa yang kami katakan," kata diplomat China itu kepada duta besar AS.
Menyebut perjalanan Pelosi sebagai "langkah tidak bermoral," Xie mengatakan kepada Burns bahwa AS seharusnya "mencegahnya (Pelosi) dari melawan tren sejarah tetapi malah memanjakannya dan berkolusi dengannya yang memperburuk ketegangan di Selat Taiwan dan secara serius merusak hubungan China-AS."
“Pihak China tidak akan tinggal diam,” kata Xie kepada Burns, dan mengatakan kunjungan itu adalah “provokasi serius dan pelanggaran prinsip satu China,” lapor harian China Global Times.
Terlepas dari serangkaian peringatan, termasuk aksi militer, Pelosi tetap terbang ke Taiwan dari Malaysia pada Selasa.
Pelosi disambut oleh Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu saat mendarat di Bandara Songshan Taipei sekitar pukul 22.44 waktu setempat (1444GMT). Dua hotel telah dipesan untuk menjamu delegasi yang menyertai anggota parlemen dan pejabat AS.
Kunjungan ini terjadi ketika Beijing meningkatkan pesannya yang mendesak kepala parlemen AS untuk membatalkan perjalanannya, yang tidak ada dalam agenda resmi tur Pelosi ke empat negara Asia.
Pelosi, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS pertama yang mengunjungi Taiwan dalam 25 tahun, dijadwalkan bertemu dengan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen dan juga akan berjumpa dengan anggota parlemen Taiwan.
Pada 1997, Partai Republik Newt Gingrich menjadi ketua DPR terakhir yang mengunjungi pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu, yang telah bersikeras untuk merdeka sejak 1949.
Segera setelah Pelosi mendarat di Taiwan, militer China mengumumkan untuk mengadakan latihan militer di sekitar pulau yang memiliki pemerintahan sendiri, rumah bagi lebih dari 24 juta orang.
Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan sekitar 21 pesawat militer China memasuki zona identifikasi pertahanan udara – zona penyangga di luar wilayah udara suatu negara, di mana dia memiliki hak untuk meminta pesawat yang masuk untuk mengidentifikasi diri.
Media pemerintah China merilis video yang menunjukkan bahwa Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) memulai latihan militer bersama “di sekitar pulau Taiwan.”
Latihan tersebut menampilkan jet tempur siluman J-20 dan uji tembak rudal konvensional yang menurut para analis bisa terbang di atas pulau itu.