Maria Elisa Hospita
28 Oktober 2019•Update: 29 Oktober 2019
Muhammed Emin Canik
BUENOS AIRES, Argentina
Presiden Chile Sebastian Pinera mencabut status masa darurat yang telah berlangsung selama lebih dari sepekan pada Minggu tengah malam.
Keadaan darurat 15 hari diumumkan sejak Sabtu dua pekan lalu sehubungan dengan meningkatnya kerusuhan sipil.
Keputusan itu diumumkan sehari setelah presiden mengungkapkan rencananya untuk merombak kabinet.
Sebelumnya, pada Jumat, ratusan ribu demonstran di Chile turun ke jalanan untuk memprotes biaya hidup dan layanan kesehatan yang mahal.
Lebih dari 800.000 demonstran mengerumuni Italy Square, di Santiago. Mereka menunjukkan perlawanan terhadap pemerintahan Pinera dan kebijakannya.
Sejak aksi protes dimulai, sebanyak 19 demonstran tewas dan 500 lainnya luka-luka karena demonstrasi yang berujung ricuh.
Pekan lalu, pengunjuk rasa melompati pintu putar di stasiun metro di ibu kota tanpa membayar tiket sebagai bentuk protes atas kenaikan tarif sebesar empat persen.