Dunia

Bolivia: Pemerintah baru tuduh Morales menabur perselisihan

Mantan Presiden dituduh menghalangi 'transportasi bahan bakar dan makanan di berbagai bagian negara'

Büşra Nur Bilgiç  | 23.11.2019 - Update : 24.11.2019
Bolivia: Pemerintah baru tuduh Morales menabur perselisihan Presiden sementara Bolivia Jeanine Anez dan Menteri Kehakiman Sementara Alvaro Eduardo Coimbra Cornejo (tidak terlihat) mengadakan konferensi pers di Istana Quemado di La Paz, Bolivia pada 21 November 2019. ( Lokman İlhan - Anadolu Agency )

Ankara

Sinan Dogan

ANKARA

Pemerintah sementara Bolivia pada Jumat menuduh mantan Presiden Evo Morales menabur perselisihan di negara itu, menurut media setempat.

Presiden sementara memproklamirkan diri Jeanine Anez berbagi rekaman video yang diduga milik Morales di mana dia mengatakan dia sedang mengatur protes di Bolivia saat di pengasingan di Meksiko.

Anez mengklaim Morales melakukan percakapan telepon dengan para pemimpin adat dan mengatakan mantan presiden ingin memblokir transportasi bahan bakar dan makanan di berbagai bagian negara.

Menteri Dalam Negeri baru Arturo Murillo mengatakan dia meminta pihak berwenang untuk membuka penyelidikan ke Morales setelah rilis rekaman audio.

Morales membalas tuduhan itu dengan mengatakan rekaman itu adalah montase dan bahwa jaksa penuntut harus menyelidiki kematian lebih dari 30 pengunjuk rasa yang telah tewas dalam kekerasan sejak dia dipaksa meninggalkan negara itu.

Kekacauan di Bolivia dimulai pada bulan Oktober, ketika pemimpin adat itu memenangkan masa jabatan keempat dan menghadapi perlawanan langsung dari partai-partai oposisi yang menentang hasil pemilihan.

Para pengunjuk rasa turun ke jalan mengklaim surat suara itu dicurangi.

Setelah berminggu-minggu pergolakan, Morales mengundurkan diri di bawah tekanan dari militer dan pindah ke Meksiko, di mana dia ditawari suaka politik.

Anez konservatif, yang telah melayani sebagai senator pada saat itu, kemudian menyatakan dirinya sebagai presiden sementara.

Namun demikian demonstrasi publik belum surut, dengan sebagian besar pendukung pro-Morales pedesaan dan pribumi turun ke jalan dalam banyak kutipan, termasuk ibukota La Paz, sejak Morales meninggalkan negara itu.

Pendukung Morales bersikeras penggulingan mantan presiden terpilih adalah kudeta.

* Ditulis oleh Busra Nur Bilgic Cakmak

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın