Rhany Chairunissa Rufinaldo
11 Februari 2021•Update: 13 Februari 2021
Servet Gunerigok
WASHINGTON
Dalam percakapan telepon pertamanya dengan Presiden China Xi Jinping, Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyuarakan keprihatinannya tentang Hong Kong dan Xinjiang dan membahas berbagai masalah, termasuk ekonomi dan pandemi Covid-19.
Menurut pernyataan Gedung Putih, selama percakapan telepon, Biden menegaskan prioritasnya untuk melindungi keamanan, kemakmuran, kesehatan dan cara hidup rakyat Amerika serta memelihara Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.
"Presiden Biden menggarisbawahi keprihatinan fundamentalnya tentang praktik ekonomi Beijing yang memaksa dan tidak adil, tindakan keras di Hong Kong, pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang, dan tindakan yang semakin tegas di kawasan itu, termasuk terhadap Taiwan," kata pernyataan itu.
Percakapan melalui telepon itu dilakukan setelah Biden mengumumkan pembentukan satuan tugas China di seluruh Departemen Pertahanan untuk menangani "tantangan yang berkembang" oleh China.
"Kami perlu menghadapi tantangan yang semakin besar yang ditimbulkan oleh China untuk menjaga perdamaian dan mempertahankan kepentingan kami di Indo-Pasifik dan secara global," kata Biden kepada wartawan dalam kunjungan pertamanya sebagai presiden ke Pentagon.
Masalah lain yang dibahas oleh kedua pemimpin tersebut di antaranya, Covid-19 dan tantangan keamanan kesehatan global, perubahan iklim serta pencegahan proliferasi senjata.
"Presiden Biden berkomitmen untuk mengejar keterlibatan praktis yang berorientasi pada hasil sekaligus memajukan kepentingan rakyat Amerika dan sekutu kita," kata pernyataan itu.
Menurut Biden, China adalah pesaing paling serius bagi Amerika.