Mutasim Billah
DHAKA, Bangladesh
Pasukan keamanan Myanmar membunuh setidaknya 3.000 warga etnis Rohingya dalam gelombang kekerasan terhadap minoritas Muslim di negara bagian Rakhine, kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Bangladesh pada Minggu.
"Mereka telah membunuh lebih dari 3.000 orang disana dan meratakan rumah mereka," kata Abul Hasan Mahmood Ali kepada media. Sebelum itu, dia bertemu dengan utusan negara-negara Arab dan PBB di Dhaka untuk menjelaskan upaya Bangladesh melindungi pengungsi Rohingya.
Mahmood Ali mengatakan komunitas internasional menggambarkan konflik di Rakhine sebagai "genosida, dan kami juga setuju".
Dia juga mengatakan sekitar 300.000 warga Myanmar etnis Rohingya tiba di Bangladesh dalam 2 minggu terakhir, sementara 4.000 lainnya sudah mencapai Bangladesh sebelumnya untuk melarikan diri dari kekerasan yang dilakukan pasukan keamanan.
Menlu Bangladesh itu mengatakan Bangladesh menampung 400.000 orang Rohingya selama 3 dekade terakhir dan gelombang pendatang baru menambah angka tersebut menjadi 700.000. Jumlah itu, menurutnya, menjadi tantangan bagi Dhaka khususnya untuk faktor menyediakan perlindungan serta bantuan kemanusiaan lainnya.
Namun dia mengaku seluruh dunia mendukung Bangladesh.
"Komunitas internasional mensinyalir mereka ingin bekerjasama dalam isu politik dan juga kemanusiaan. Sejumlah negara-negara mengumumkan akan memberikan dana bantuan. Sumbangan itu akan disalurkan melalui PBB," katanya.
Menurut PBB, warga etnis Rohingya merupakan orang yang paling banyak dipersekusi. Mereka menghadapi ancaman kekerasan yang meningkat sejak lusinan tewas dalam kekerasan komunal pada 2012.
Oktober silam, menyusul serangan pada pos perbatasan di distrik Maungdaw di Rakhine, pasukan Myanmar meluncurkan tindakan keamanan selama 5 bulan, yang menurut komunitas Rohingya menewaskan 400 orang.
PBB mencatat adanya pemerkosaan massal, pembunuhan - termasuk terhadap bayi dan anak-anak - kekerasan brutal dan penghilangan yang dilakukan personel keamanan.
Dalam laporan mereka, penyelidik PBB mengatakan pelanggaran HAM disana sudah mencapai tahap kejahatan terhadap kemanusiaan.
Kekerasan merebak sekali lagi di Rakhine sekitar 2 pekan lalu ketika pasukan keamanan menindak komunitas Rohingya.
Bangladesh, yang sudah menampung 400.000 pengungsi Rohingya, menerima gelombang baru sejak peristiwa tersebut.
Pada Sabtu, PBB mengatakan setidakya 290.000 warga etnis Rohingya berlindung di Bangladesh.
news_share_descriptionsubscription_contact

