Shenny Fierdha
04 September 2017•Update: 05 September 2017
Shenny Fierdha
JAKARTA
Polri melarang massa lakukan aksi bela Muslim Rohingya di kompleks Candi Borobudur, Jawa Tengah, yang rencananya akan dilakukan sejumlah organisasi kemasyarakatan pada Jumat ini.
"Tempat-tempat seperti rumah sakit, situs purbakala, area pendidikan, tidak boleh [dijadikan tempat demonstrasi]," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul saat ditemui Senin di Mabes Polri, Jakarta Selatan.
Jika massa aksi berasal dari lintas provinsi, maka Mabes Polri akan turun tangan. Tapi jika massa berasal dari Jawa Tengah saja, maka Polda Jateng yang akan diterjunkan.
"Kalau hanya orang-orang di sekitar Magelang [yang ikut aksi], cukup Polres Magelang," kata Martin.
Baru-baru ini beredar pesan di media sosial yang menyebutkan bahwa lebih dari 80 ormas akan menggelar aksi bela Muslim Rohingya yang mengalami krisis kemanusiaan di Myanmar. Aksi tersebut dikabarkan akan berlangsung di area sekitar Candi Borobudur, Jumat ini.
Pemerintah Myanmar dan pemenang Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi dikecam dunia internasional karena seolah membiarkan kekerasan dan pembunuhan terhadap kaum Rohingya.
Minggu dini hari, Kedutaan Besar Myanmar di Indonesia dilempar bom molotov oleh orang tak dikenal. Meski tak ada korban jiwa, polisi masih mendalami kejadian ini.
Saat ini Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi tengah berada di Myanmar untuk mendiskusikan solusi masalah ini dengan pemerintah setempat.