Maria Elisa Hospita
19 September 2018•Update: 19 September 2018
Kasim Ileri
WASHINGTON
Juru bicara koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa Washington tetap mematuhi kesepakatan dengan Turki mengenai peta jalan kota Manbij di Suriah utara, dengan tidak mengikutsertakan PKK / YPG.
Saat konferensi pers di Pentagon, Kolonel Sean J. Ryan mengungkapkan ada sedikit elemen YPG yang tersisa di area tersebut.
"Sejauh yang saya ketahui, masih ada unsur-unsur YPG di sana, namun kami mematuhi kesepakatan bahwa YPG tidak akan menjadi bagian dari peta jalan Manbij," kata Ryan kepada Anadolu Agency, Selasa.
Dia juga menyoroti keberhasilan patroli terkoordinasi antara Washington dan Ankara, yang menurutnya telah mengusir Daesh dari wilayah tersebut.
Kedua negara melakukan lebih dari 40 patroli terkoordinasi terpisah di wilayah itu.
Patroli terpisah oleh militer Turki maupun AS di Manbij dimulai pada 18 Juni, namun patroli bersama belum dilakukan.
Menurut Ryan, pelatihan untuk patroli bersama ini sedang berlangsung, namun mereka belum menemukan waktu yang tepat.
Dia juga membeberkan bahwa dalam perjanjian Manbij ditegaskan bahwa unsur-unsur YPG yang tersisa di wilayah itu harus meninggalkan kota, sehingga kedua negara bisa menjalankan patroli gabungan.
YPG adalah cabang organisasi teroris PKK di Suriah. Selama lebih dari 30 tahun, PKK telah melancarkan kampanye teror melawan Turki.
PKK - yang didaftarkan sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan Uni Eropa - bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang, termasuk perempuan dan anak-anak.
*Umar Farooq turut berkontribusi dalam laporan ini