Rhany Chairunissa Rufinaldo
17 Juni 2019•Update: 17 Juni 2019
Servet Gunerigok
WASHINGTON
Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Timur Tengah mengatakan rencana perdamaian Washington di kawasan tersebut akan diumumkan pada November.
Berbicara pada konferensi Jerusalem Post di New York, Jason Greenblatt mengatakan pemerintahan Presiden Donald Trump seharusnya merilis rencana itu pada musim panas jika Israel tidak mengadakan pemilihan pada September.
"Kami belum membuat keputusan apakah akan menunda, kemungkinan paling lambat pada 6 November ... kami akan memutuskan itu setelah konferensi Bahrain," ujar Greenblatt.
Konferensi Bahrain akan digelar pada 25- 26 Juni dan akan dipimpin oleh Greenblatt dan penasihat senior sekaligus menantu Trump, Jared Kushner.
Pada April, Kushner mengatakan rencana itu akan diumumkan setelah Ramadhan, namun pada 7 Mei, sebuah surat kabar Israel merilis sebuah dokumen bocor yang merinci isi rencana yang dikenal sebagai "Kesepakatan Abad Ini".
Berdasarkan kebocoran di media, rencana itu akan menuntut Palestina untuk membuat sejumlah konsesi kepada Israel mengenai status Yerusalem dan hak para pengungsi untuk kembali ke rumah mereka.
Yerusalem masih menjadi jantung perselisihan Timur Tengah yang telah berlangsung puluhan tahun, di mana warga Palestina berharap agar Yerusalem Timur - yang diduduki oleh Israel sejak 1967 - suatu hari nanti dapat berfungsi sebagai ibu kota negara Palestina.