Rhany Chairunissa Rufinaldo
07 Agustus 2018•Update: 08 Agustus 2018
SM Najmus Sakib
DHAKA, Bangladesh
Amerika Serikat (AS) meminta otoritas Bangladesh untuk mengambil tindakan hukum terhadap mereka yang terlibat dalam penyerangan konvoi dubes di Dhaka, media lokal melaporkan pada Selasa.
Permintaan dibuat dalam surat diplomatik yang dikirim oleh Kedutaan Besar AS di Dhaka ke Kementerian Luar Negeri Bangladesh pada Senin malam, sebuah harian lokal, Prothom Alo, melaporkan.
Para mahasiswa dan pelajar sekolah menengah di Dhaka telah melakukan protes untuk jalan yang lebih aman dan keadilan bagi dua rekan mereka yang tewas dalam kecelakaan di Dhaka pada 29 Juli.
Menurut pernyataan Kedutaan Besar AS, pada hari Sabtu, konvoi dubes AS diserang oleh sekelompok orang dewasa bersenjata. Duta Besar Marcia Bernicat dan tim keamanannya meninggalkan area itu tanpa cedera, namun dua kendaraan keamanan rusak.
Sementara itu, Kepala Misi Uni Eropa di Dhaka juga menyatakan keprihatinan atas bentrok kekerasan di Dhaka.
“Kami berharap semua pihak tetap tenang dan menghormati hak atas protes damai. Insiden kekerasan yang melanggar hukum atau tidak proporsional atau tindakan terhadap demonstran, jurnalis dan lainnya harus dihentikan; peristiwa ini harus diselidiki dan para pelaku harus bertanggung jawab,” dia menambahkan.
Polisi dan orang-orang dari partai berkuasa melaporkan pimpinan oposisi Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) atas tuduhan memprovokasi protes mahasiswa.
Di samping itu, harian lokal The daily Star menyebutkan, sejumlah 1.200 orang tidak dikenal juga dilaporkan atas penyerangan terhadap kantor Partai Awami League pada Sabtu.