Politik, Dunia

AS tolak hampir semua klaim China di Laut China Selatan

Di tengah meningkatnya ketegangan antara dua raksasa ekonomi dunia, Menlu AS Mike Pompeo mengatakan klaim China tidak sah

Rhany Chairunissa Rufinaldo   | 14.07.2020
AS tolak hampir semua klaim China di Laut China Selatan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo berbicara kepada media saat konferensi pers setelah Rapat Dewan Keamanan PBB di Markas Besar PBB di New York, AS pada 20 Agustus 2019. (Atılgan Özdil - Anadolu Agency)

Washington DC

Michael Hernandez

WASHINGTON

Amerika Serikat pada Senin menolak hampir semua klaim maritim China di Laut China Selatan, menyebutnya tidak sah.

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengecam China dalam mengumumkan perubahan kebijakan Washington, dengan mengatakan bahwa klaim Beijing atas sumber daya lepas pantai di sebagian besar Laut China Selatan benar-benar melanggar hukum, seperti kampanye penindasan untuk mengendalikannya.

"Dunia tidak akan membiarkan Beijing memperlakukan Laut China Selatan sebagai kerajaan maritimnya," kata Pompeo dalam sebuah pernyataan.

"Kami mendukung komunitas internasional dalam membela kebebasan laut dan menghormati kedaulatan serta menolak setiap dorongan untuk memaksakan pembenarannya di Laut China Selatan atau wilayah yang lebih luas," lanjut dia.

Pengumuman tersebut mempertegas langkah keras dari kebijakan pemerintahan Trump sebelumnya bahwa sengketa maritim antara China dan negara-negara di Asia Tenggara diselesaikan melalui arbitrasi PBB, tidak diposisikan pada sengketa individual.

Brunei, Indonesia, Malaysia, Filipina dan Vietnam semuanya memiliki klaim perbatasan laut yang bertentangan dengan China.

Selain berada di antara jalur pelayaran tersibuk di dunia, Laut China Selatan juga memiliki sumber cadangan gas dan minyak yang sangat besar.

China mengklaim hampir semua lautan di bawah demarkasi sembilan garis putus (nine-dash line) dan telah membangun pulau-pulau buatan dengan instalasi militer di perairan untuk mendukung klaimnya.


Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.