Servet Gunerigok
14 Oktober 2022•Update: 24 Oktober 2022
WASHINGTON
Amerika Serikat (AS) sedang "meninjau" konsekuensi bagi Arab Saudi setelah keputusan OPEC+ untuk memangkas produksi minyak, kata Menteri Luar Negeri Antony Blinken pada Kamis.
"Kami tidak hanya sangat kecewa dengan itu, kami pikir itu picik. Dan seperti yang telah ditegaskan oleh Presiden, bahwa keputusan itu harus memiliki konsekuensi dan itu adalah sesuatu yang kami tinjau saat kami berbicara," kata Blinken pada konferensi pers bersama Menlu Meksiko Marcelo Ebrard.
Blinken mencatat bahwa Saudi telah menyampaikan kepada AS secara pribadi dan publik niat mereka untuk mengurangi produksi minyak, yang katanya mereka tahu akan meningkatkan pendapatan Rusia.
"Kami menjelaskan bahwa itu akan menjadi arah yang salah. Atas dasar itu saja, dampaknya akan berpotensi pada sanksi tetapi juga karena kami sedang dalam pemulihan ekonomi global," kata menlu AS.
"Kami sedang menghadapi tantangan dari Covid-19 dan juga menghadapi tantangan dari pertanyaan Rusia itu sendiri. Dan, jadi sekarang, bukan waktunya untuk mengambil energi dari pasar selama berbulan-bulan sekarang," tambah dia.
Sebelumnya, Gedung Putih mengatakan keputusan OPEC+ yang diketuai Saudi untuk secara dramatis memangkas produksi minyak global sama saja dengan "dukungan moral dan militer" untuk perang berkelanjutan Rusia melawan Ukraina.
Washington terus marah pada Arab Saudi atas dukungannya dalam pengurangan 2 juta barel per hari.
Tindakan OPEC+ telah meningkatkan harga minyak secara global, aliran pendapatan utama bagi Kremlin ketika Barat dan sekutunya berusaha untuk mengurangi kemampuan Rusia untuk melakukan perang delapan bulan melawan Ukraina yang dimulai pada Februari.