Rhany Chairunissa Rufinaldo
05 September 2019•Update: 05 September 2019
Vakkas Dogantekin
ANKARA
Pemerintah Amerika Serikat menawarkan hadiah hingga USD15 juta (sekitar Rp212,2 miliar) untuk informasi intelijen yang dapat membantu mengganggu mekanisme keuangan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, lansir surat kabar dan situs web politik Amerika, The Hill.
Departemen Luar Negeri AS diperkirakan akan membuat pengumuman resmi hari ini.
Administrasi Trump menunjuk IRGC sebagai entitas teroris pada April dan saat ini sedang diupayakan untuk naik ke tingkat berikutnya melalui program "Hadiah untuk Keadilan".
"Setiap informasi tentang sumber pendapatan unit militer tersebut akan dihargai oleh Washington," tulis The Hill.
Program hadiah itu dibuat tepat setelah AS pada Rabu mengeluarkan daftar hitam sejumlah perusahaan, kapal dan individu yang diduga melanggar sanksi dengan bekerja bersama IRGC.
Menurut pernyataan dari Departemen Keuangan AS, seorang mantan menteri perminyakan Iran dan putranya termasuk di antara individu-individu tersebut.
"Tindakan Departemen Keuangan terhadap jaringan perminyakan yang luas ini membuatnya sangat jelas bahwa mereka yang membeli minyak Iran secara langsung mendukung kelompok militan dan teroris Iran, Pasukan IRGC-Qods," kata Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin.