Rabia İclal Turan
21 Februari 2023•Update: 22 Februari 2023
WASHINGTON
Amerika Serikat (AS) "sangat prihatin" kondisi di Turkiye setelah dua gempa lainnya mengguncang provinsi Hatay, kata Gedung Putih pada Senin, sambil berjanji akan terus menawarkan dukungan secara penuh.
“Kami sangat prihatin dengan kabar gempa bumi yang berdampak pada daerah yang sudah hancur di Turkiye dan Suriah,” tulis Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan di Twitter.
"AS akan terus memberikan dukungan secara penuh kami," tambah dia.
Dua gempa bumi mengguncang provinsi Hatay pada Senin, hanya dua minggu setelah gempa besar melanda wilayah itu, kata badan penanggulangan bencana negara itu.
Menteri Dalam Negeri Turkiye Suleyman Soylu mengatakan tiga orang tewas dan 213 lainnya menderita luka-luka setelah gempa baru itu.
Setidaknya 90 gempa susulan telah tercatat sejauh ini, menurut Badan Penanggulangan Bencana dan Kondisi Darurat (AFAD) Turkiye.
AFAD mengatakan gempa berkekuatan M 6,4 terjadi sekitar pukul 20.04 waktu setempat (17.04GMT) di distrik Defne Hatay.
Setelah itu diikuti oleh gempa lainnya berkekuatan M 5,8 yang terjadi tiga menit setelah gempa pertama, pusat gempa kedua berada di distrik Samandag di Hatay.
Getaran itu terjadi hanya dua minggu setelah gempa berkekuatan M 7,7 dan 7,6 yang berpusat di Kahramanmaras.