Rıskı Ramadhan
17 November 2017•Update: 18 November 2017
Kasım İleri
WASHINGTON
Departemen Luar Negeri AS menerbitkan travel warning untuk warga negaranya yang hendak bepergian ke Eropa, Kamis, dengan alasan meningkatnya serangan teror di Eropa terutama pada masa-masa liburan.
“Warga AS yang bepergian ke Eropa harus hati-hati saat menghadiri festival dan saat liburan. Travel warning ini akan berakhir pada 31 Januari 2018,” tulis pernyataan tersebut.
Dalam pernyataan itu disebutkan, serangan di Prancis, Rusia, Swedia, Inggris, Spanyol, dan Finlandia akhir-akhir ini menunjukkan bahwa organisasi teroris seperti Daesh dan al-Qaeda mampu merencanakan dan melancarkan serangan di Eropa.
Serangan yang terjadi di Istanbul dan Jerman sebelum tahun baru kemarin juga disebut dalam pernyataan itu.
Selain itu, warga AS juga diminta waspada terhadap serangan simpatisan teroris dan orang-orang yang meradikalisasi diri.
Pusat pariwisata, titik transportasi, pusat perbelanjaan, hotel, klub, restoran, tempat ibadah, taman, dan acara-acara populer juga disebutkan sebagai tempat-tempat yang menarik perhatian penyerang.
Warga juga diingatkan bahwa para teroris bisa menggunakan berbagai macam alat untuk melakukan penyerangan seperti senjata, alat peledak, dan kendaraan.