Dandy Koswaraputra
15 Juli 2018•Update: 16 Juli 2018
Alex Jensen
SEOUL
Komando PBB yang dipimpin Amerika Serikat (UNC) membuka pembicaraan tingkat umum dengan Korea Utara untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade Minggu, tiga hari setelah Korea Utara menunda pertemuan yang dijadwalkan untuk membahas kembalinya sisa-sisa serdadu Perang Korea .
Penundaan pada Kamis dinilai sebagai penghinaan oleh Korea Utara, yang telah membuat AS menunggu selama berminggu-minggu sejak Presiden Donald Trump setuju dengan Pemimpin Kim Jong-un pada 12 Juni bahwa akan mengurus korban perang, termasuk "pemulangan segera" pihak yang terlibat perang yang sudah diidentifikasi oleh Utara.
Statistik resmi AS menunjukkan bahwa 7.699 personel Amerika tidak jelas keberadaannya akibat terlibat perang Korea pada 1950 hingga 1953.
Sementara Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo baru-baru ini mengatur pembicaraan tingkat tinggi untuk menangani masalah ini, yang diikutı oleh pihak Korea Utara dengan meningkatkan dialog untuk melibatkan jenderal militer.
Pertemuan hari Minggu dimulai sekitar pukul 10 pagi di perbatasan antar-Korea.
Menurut sumber yang dikutip oleh kantor berita Korea Selatan Yonhap, Mayor Jenderal Michael Minihan, kepala staf UNC, mewakili delegasi Amerika. Sseorang jenderal bintang dua memimpin tim Korea Utara.
Jika upaya repatriasi AS berhasil, ambisi Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in untuk mengambil sisa korban Perang Korea akan terwujud.
Dia menyatakan rencana tersebut bulan lalu dalam pidato Memorial Day-nya, di tengah peningkatan hubungan antar-Korea.
Di antara tentara asing yang hilang yang diyakini tewas dalam konflik, sekitar 165 adalah bagian dari Brigade Turki, yang memasok hampir 15.000 pasukan untuk bertempur di pihak Selatan selama perang.