Dunia

AS kenang tragedi 9/11 18 tahun silam

Peringatan tragedi 9/11 ini berlangsung di tengah karut-marut perundingan damai dengan Taliban, yang menurut Presiden Donald Trump sudah "mati"

Maria Elisa Hospita   | 11.09.2019
AS kenang tragedi 9/11 18 tahun silam Ilustrasi. (Foto file-Anadolu Agency)

Washington DC

Michael Hernandez

WASHINGTON 

Tragedi 11 September 2001 masih menyisakan kenangan pahit, di mana hampir 3.000 orang tewas di Amerika Serikat dalam serangan al-Qaeda.

Seperti yang dilakukan setiap tahunnya sejak serangan itu, AS menggelar upacara peringatan di New York City, Pennsylvania, dan Pentagon di Virginia Utara, pada Rabu.

Dinas Pemadam Kebakaran New York akan menambahkan 22 nama ke tembok peringatan untuk mengenang para anggotanya yang meninggal dunia akibat penyakit yang diderita mereka sejak evakuasi korban 9/11.

Hingga Juli 2019, 1.644 dari total 2.753 korban tewas telah berhasil diidentifikasi. Khusus tahun ini, nama para korban akan dibacakan.

Menurut laporan media internasional, teror 9/11 ini dilakukan oleh 19 teroris di bawah komando pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden.

Pada Desember 2001, pemerintah AS merilis rekaman suara di mana bin Ladenmengaku bertanggung jawab atas serangan di gedung World Trade Center (WTC) dan Pentagon.

Serangan itu dilakukan dengan menggunakan tiga pesawat penumpang yang dibajak oleh al-Qaeda.

Pesawat keempat, yang menargetkan Gedung Putih atau Capitol, jatuh di sebuah lapangan di Pennsylvania, setelah penumpang berusaha merebut kendali pesawat dari para pembajak.

Hingga Juli 2019, 1.644 dari total 2.753 korban tewas telah berhasil diidentifikasi.

Peringatan tragedi 9/11 ini berlangsung di tengah karut-marut perundingan damai dengan Taliban, yang menurut Presiden Donald Trump sudah "mati".

Jika negosiasi itu mencapai kesepakatan, maka pasukan AS akan menarik diri dari Afghanistan.

Taliban, yang mengendalikan Afghanistan 18 tahun silam, memberikan tempat perlindungan yang aman bagi bin Laden dan organisasinya.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın