Diyar Guldogan
22 Juli 2026•Update: 22 Juli 2026
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) pada Selasa mengatakan pihaknya kembali melancarkan serangan terhadap Iran untuk malam ke-11 secara berturut-turut.
Serangan tersebut diklaim menyasar sejumlah fasilitas militer Iran guna mengurangi kemampuan Teheran mengancam pelayaran komersial di Selat Hormuz.
Dalam pernyataannya, CENTCOM mengatakan serangan menyasar pusat operasi militer Iran, kemampuan maritim, hanggar pesawat, fasilitas penyimpanan drone, serta infrastruktur logistik militer.
"CENTCOM menargetkan pusat operasi militer Iran, kemampuan maritim, hanggar pesawat, fasilitas penyimpanan drone, dan infrastruktur logistik militer untuk semakin melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran komersial di Selat Hormuz," demikian bunyi pernyataan tersebut.
CENTCOM mengklaim bahwa selama tiga bulan terakhir Iran telah menyerang lebih dari 30 kapal komersial yang melintasi jalur perairan internasional tersebut.
"Meski ada agresi Iran, Selat Hormuz tetap terbuka bagi pelayaran kapal-kapal komersial," kata CENTCOM.
Lembaga itu juga menyebutkan bahwa sejak awal Mei, pasukan AS telah membantu memfasilitasi pelayaran sekitar 900 kapal komersial serta pengangkutan sekitar 450 juta barel minyak mentah melalui kawasan tersebut.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan ofensif gabungan terhadap Iran pada Februari. Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.
Amerika Serikat dan Iran menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan bulan lalu untuk mengakhiri konflik dan mencapai kesepakatan damai jangka panjang. Namun, ketegangan kembali meningkat pekan lalu terkait Selat Hormuz ketika kedua pihak kembali saling melancarkan serangan.