Awad Rjoob, Tarek Chouiref
22 Juli 2026•Update: 22 Juli 2026
Seorang perempuan Palestina kehilangan bayi yang masih dikandungnya setelah mengalami syok berat akibat serangan pemukim Israel terhadap rumah keluarganya di Tepi Barat bagian selatan.
Di lokasi lain, sejumlah warga Palestina juga terluka dalam serangan terpisah oleh pemukim Israel maupun operasi militer Israel di berbagai wilayah Tepi Barat yang diduduki.
Aktivis yang mendokumentasikan pelanggaran Israel di kawasan Masafer Yatta, selatan Hebron, Osama Makhamra mengatakan Ruqayya Rabai mengalami syok dan ketakutan hebat setelah rumahnya di Desa Al-Tuwani diserang pemukim Israel pada Minggu.
Menurut Makhamra, para pemukim melempari rumah tersebut dengan batu sebelum membakarnya. Mereka juga membakar masjid desa dan sejumlah rumah warga.
Rabai sempat dilarikan ke rumah sakit setelah serangan itu. Namun kondisinya memburuk pada Selasa, dan setelah kembali dirawat, dokter memastikan ia kehilangan bayi yang dikandungnya akibat syok dan ketakutan yang dialaminya saat serangan berlangsung.
Pemukim bakar lahan dan properti warga
Di lokasi lain, kantor berita resmi Palestina, Wafa, melaporkan pemukim Israel menyerang kawasan pinggiran dan pintu masuk utama Kota Turmus Ayya, sebelah timur Ramallah.
Mereka membakar lahan pertanian dan menghalangi warga memadamkan api.
Radio Voice of Palestine juga melaporkan pemukim Israel membakar properti milik seorang petani Palestina di Kota Al-Zawiya, sebelah barat Salfit.
Sementara itu, Organisasi Hak Asasi Manusia Al-Baydar mengatakan pemukim Israel menyerbu kawasan pinggiran Desa Jalud, tenggara Nablus, dan membakar lahan pertanian sebelum dihadang warga. Insiden tersebut mengakibatkan beberapa warga Palestina terluka.
Operasi militer Israel berlanjut
Militer Israel juga melanjutkan operasi penggerebekan di berbagai wilayah Tepi Barat yang diduduki.
Menurut Kegubernuran Yerusalem, seorang pemuda Palestina mengalami luka memar setelah terjatuh saat berusaha melarikan diri dari kejaran tentara Israel di Kota Abu Dis, tenggara Yerusalem Timur yang diduduki.
Rekaman yang dirilis otoritas setempat memperlihatkan pemuda itu terjatuh ke lereng sebelum kembali berdiri dan melarikan diri saat dikejar tentara Israel.
Wafa melaporkan sejumlah warga Palestina lainnya mengalami sesak napas akibat menghirup gas air mata setelah pasukan Israel menggerebek Kamp Pengungsi Dheisheh di selatan Bethlehem serta menembakkan gas air mata dan granat kejut.
Radio Voice of Palestine juga melaporkan bentrokan terjadi saat militer Israel menggelar penggerebekan di Kota Sa'ir di utara Hebron, Kafr Malik di timur laut Ramallah, serta Desa Deir Jarir di timur Ramallah.
Dalam operasi tersebut, tentara Israel melepaskan tembakan peluru tajam, gas air mata, dan granat kejut. Pasukan Israel juga menembakkan granat kejut ke arah warga Palestina di Kota Beita, selatan Nablus.
Ribuan serangan sepanjang tahun
Menurut Komisi Perlawanan Tembok dan Permukiman Palestina, pemukim Israel melakukan 3.488 serangan terhadap warga Palestina dan harta benda mereka selama paruh pertama tahun ini.
Militer Israel dan pemukim juga meningkatkan serangan di Tepi Barat yang diduduki sejak perang di Gaza pecah pada Oktober 2023. Menurut data resmi Palestina, sedikitnya 1.181 warga Palestina tewas, sekitar 13.000 lainnya terluka, dan hampir 24.000 orang ditangkap dalam periode tersebut.