Maria Elisa Hospita
19 Maret 2019•Update: 20 Maret 2019
Michael Hernandez
WASHINGTON
Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence dan Perdana Menteri Irak Adil Abdul-Mahdi pada Senin berdiskusi tentang langkah-langkah yang akan diambil setelah kelompok teroris Daesh mengalami kekalahan teritorial.
"Pence senang mengetahui perkembangan kesepakatan ekonomi dan perdagangan yang dicapai Irak dan Yordania baru-baru ini dan rencana perjalanan PM Abdul-Mahdi yang menandai reintegrasi Irak di kawasan setelah Daesh berhasil dikalahkan," kata kantor Pence dalam sebuah pernyataan.
Pence dan Abdul-Mahdi juga membahas potensi untuk meningkatkan "kemitraan strategis" negara mereka, termasuk upaya untuk "memprofesionalkan" pasukan keamanan Irak dan mengembangkan ekonomi Irak.
Koalisi pimpinan AS sudah sejak lama memerangi Daesh. Kini pasukan koalisi sedang menggempur benteng pertahanan Daesh yang terakhir di Baghouz, Suriah.
Dalam kesempatan yang sama, Abdul-Mahdi menjelaskan pada Pence tentang upaya untuk menggali kuburan massal genosida orang-orang Yazidi di Sinjar oleh Daesh.
Pence juga mengupayakan mempercepat pengadaan bantuan dari negaranya ke kelompok minoritas Kristen dan Yazidi Irak yang tewas atau diperbudak oleh Daesh ketika kelompok teroris itu menduduki sebagian besar wilayah Irak dan Suriah.
"AS mendukung Irak untuk meminta pertanggungjawaban Daesh dalam genosida dan berterima kasih pada PM yang terus berupaya mengulurkan tangan ke orang-orang Yazidi agar pulih dari kekejaman Daesh," cuit Pence usai diskusi via telepon dengan Abdul-Mahdi.