Muhammad Abdullah Azzam
03 September 2020•Update: 03 September 2020
Michael Hernandez
WASHINGTON
Amerika Serikat (AS) pada Rabu mendesak semua pihak yang meningkatkan ketegangan di Mediterania Timur untuk duduk bersama di meja perundingan guna menyelesaikan sengketa di kawasan tersebut.
"Kami mendesak semua pihak untuk mundur, mengurangi ketegangan dan mulai melakukan diskusi diplomatik terkait konflik yang ada, konflik keamanan, konflik sumber energi, konflik maritim di Mediterania timur," kata Menteri Luar Negeri Mike Pompeo kepada wartawan.
"Mereka perlu duduk dan berdiskusi tentang ini dan menyelesaikannya secara diplomatis. Tidak ada gunanya meningkatkan ketegangan militer di kawasan. Hanya hal-hal negatif yang bisa terjadi di situ," tambah dia.
Komentar Pompeo muncul di tengah ketegangan yang meningkat antara Turki dan beberapa negara.
Yunani mengklaim teritorial maritim Turki, Yunani menandatangani kesepakatan zona ekonomi eksklusif dengan Italia pada 9 Juni dan dengan Mesir pada 7 Agustus.
Kementerian Luar Negeri Turki mengecam pakta tersebut dalam sebuah pernyataan, serta menegaskan bahwa Yunani dan Mesir tidak memiliki perbatasan laut dan kesepakatan itu "batal demi hukum".
Turki menekankan bahwa area yang dibatasi dalam pakta tersebut terletak di landas kontinen Turki, seperti yang dilaporkan Ankara ke PBB.
Pada Selasa kemarin, AS memutuskan untuk mencabut sebagian embargo senjata yang telah berusia puluhan tahun terhadap Siprus Selatan, yang memicu kemarahan Ankara.
Kementerian Luar Negeri Turki dengan cepat menanggapi dengan mengatakan jika Washington tidak mempertimbangkan kembali keputusannya, pemerintah Turki akan mengambil tindakan balasan, menyebut langkah tersebut tidak sesuai dengan semangat aliansi kedua negara.
Tetapi ketika berbicara kepada wartawan, Pompeo mengatakan keputusan itu "sudah lama diambil," dan bagian dari upaya "lama" Washington tentang masalah tersebut.
"Kami tahu bahwa keputusan ini diumumkan sehubungan dengan meningkatnya ketegangan di Mediterania timur, tetapi kami pikir itu adalah hal yang benar, jadi saya membuat keputusan bahwa kami akan melanjutkannya," sebut Pompeo.