Rhany Chairunissa Rufinaldo
13 Februari 2019•Update: 14 Februari 2019
Riyaz ul Khaliq
ANKARA
Amerika Serikat sedang mengupayakan penjadwalan denuklirisasi Semenanjung Korea, kata sebuah laporan berita pada Rabu menjelang KTT antara pemimpin Amerika dan Korea Utara.
Kantor berita Yonhap mengatakan delegasi parlemen Korea Selatan bertemu dengan Perwakilan Khusus AS untuk Korea Utara Stephen Biegun di Washington, di mana mereka membahas soal kunjungan utusan AS ke Pyongyang pekan lalu.
"Dengan hanya dua pekan sebelum KTT, akan sulit untuk menyelesaikan semua masalah rumit, tetapi ada kemungkinan jika kita dapat menyetujui jadwal untuk denuklirisasi," kata Biegun kepada delegasi Korea Selatan.
Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dijadwalkan bertemu untuk KTT kedua mereka pada 27-28 Februari di Hanoi, Vietnam.
Biegun mengatakan kepada anggota parlemen Korea Selatan bahwa pertemuannya dengan rekan sejawatnya dari Korea Utara, Kim Hyok-chol, membahas puluhan isu dalam agenda pra-KTT mereka.
"Dari awal pertemuan, kami sepakat dengan Korea Utara bahwa kali ini kami tidak akan bernegosiasi, tetapi memperjelas posisi masing-masing," kata Biegun.
Pada KTT Hanoi diharapkan kedua pihak dapat menyusun kesepakatan untuk melucuti program senjata nuklir Korea Utara, sementara Pyongyang berupaya keluar dari sanksi-sanksi PBB.
Trump dan Kim bertemu untuk pertama kalinya di Singapura pada Juni tahun lalu, di mana kedua pemimpin berkomitmen untuk berupaya menuju denuklirisasi lengkap Semenanjung Korea dengan imbalan jaminan keamanan untuk Pyongyang.
Sementara itu, menjelang KTT Trump-Kim akhir bulan ini, Seoul telah mengupayakan pertemuan satu lawan satu dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo di Polandia, di mana pertemuan yang dipimpin Washington itu akan membahas perdamaian dan keamanan di Timur Tengah.
Menteri luar negeri Korea Selatan akan mewakili Seoul dalam konferensi tersebut.