Muhammad Abdullah Azzam
22 Mei 2018•Update: 23 Mei 2018
Hakan Çopur
WASHINGTON
Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence memperingatkan Korea Utara bahwa negara ini akan seperti Libya seandainya tak mau melakukan kesepakatan nuklir dengan AS.
"Minggu lalu Kami telah melakukan beberapa pembicaraan terkait model Libya. Seperti yang dinyatakan jelas oleh Presiden Trump, jika Kim Jong-un tak mau membuat kesepakatan (nuklir), maka (Korea Utara) akan berakhir seperti model Libya (seperti yang terjadi di Libya pada tahun 2003),” ujar Pence dalam sebuah wawancara di stasiun TV Fox News.
Presenter Fox News mengomentari perkataan Pence itu bahwa analogi Libya tersebut dapat dianggap sebagai ancaman terhadap pemerintahan Pyongyang, Presenter itu mengatakan, "Apakah ini sebuah ancaman?".
"Saya pikir ini lebih tepatnya sebuah kenyataan," jawab Pence.
Terkait "model Libya", Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, John Bolton, pada pekan lalu mengungkapkan bahwa Presiden AS Donald Trump tak ingin melakukan kesepakatan nuklir dengan pemerintah Pyongyang seperti yang dilakukan Presiden George W. Bush dengan Libya pada tahun 2003.
Bolton mengatakan bahwa Trump telah menolak usulannya mengenai "model Libya".
“Model Libya adalah hal yang sangat berbeda, dan kami telah menghancurkan Libya secara signifikan,” kata Trump.
Trump mengungkapkan, dalam perjanjian itu tak ada kesepakatan untuk menjaga posisi Khaddafi pada jabatannya. Namun model tersebut dapat kembali dibicarakan seandainya Korut tak mau melakukan kesepakatan nuklir dengan AS.
Korea Utara menyatakan bahwa pernyataan Wakil Presiden AS Pence terkait "model Libya" itu dapat memperburuk perdebatan nuklir ini.
Sedang terkait pertemuan yang direncanakan antara Trump dengan Presiden Korea Utara Kim Jong-un pada 12 Juni nanti, Kim mengatakan, "Kami belum melihat apapun, kami juga belum mendengar apapun, belum ada suatu pemberitahuan yang datang ke kami. Kita akan melihat apa yang terjadi nanti."
Kim sebelumnya juga merencanakan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump pada 12 Juni, namun pada awal pekan lalu keraguan atas realisasi pertemuan muncul -- setelah Korut menarik diri dari perundingan antar-Korea yang sedianya dilakukan pada Rabu lalu karena adanya latihan militer gabungan oleh Korea Selatan dan AS. Korut juga memperingatkan AS untuk tak membuat rencana denuklirisasi secara sepihak
Pyongyang terutama kesal karena rekomendasi -- yang diberikan oleh penasihat keamanan Trump, John Bolton -- yang mengatakan Korea Utara harus melakukan denuklirisasi seperti Libya, yang artinya Pyongyang harus melucuti senjata nuklir mereka sebelum menerima keuntungan ekonomi