Muhammad Abdullah Azzam
25 Januari 2019•Update: 25 Januari 2019
Adel Abdelrheem Humaida Elfadol, Gülşen Topçu
KHARTOUM
Arab Saudi menyatakan dukungannya kepada pemerintah Sudan di tengah gelombang protes merespons memburuknya situasi ekonomi di negara itu.
Arab Saudi menilai keamanan dan stabilitas Sudan adalah bagian dari kepentingan negaranya.
Menurut lansiran kantor berita Sudan SUNA, Menteri Perdagangan dan Investasi Arab Saudi yang juga merangkap menjadi perwakilan Raja Salman bin Abdulaziz untuk Sudan, Majid al-Qasabi telah berjumpa dengan Presiden Sudan Omar al-Bashir di ibu kota Khartoum.
Dalam pertemuan tersebut, Qasabi menyampaikan salam Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammad bin Salman kepada Presiden Bashir.
"Raja Selman menekankan bahwa keamanan dan stabilitas Sudan adalah bagian dari keamanan dan stabilitas Arab Saudi," ungkap Qasabi.
Dia mengatakan bahwa kedua negara memiliki hubungan historis, selain itu Presiden Bashir juga memiliki hubungan pribadi dengan Raja Salman.
Arab Saudi, ujar Qasabi, akan terus mendukung Sudan dan negaranya memiliki peluang untuk meningkatkan kerja sama antara kedua negara.
Qasabi menambahkan bahwa kunjungannya ke Sudan itu sejalan dengan instruksi Raja Salman untuk memperkuat hubungan bilateral.
Sejak pertengahan Desember, Sudan diguncang oleh demonstrasi massa di beberapa bagian negara itu.
Para pengunjuk rasa menyalahkan Presiden Omar al-Bashir dan Partai Kongres Nasional yang berkuasa atas kegagalan mereka untuk memperbaiki penderitaan ekonomi negara dan menyerukan pengunduran dirinya.
Menurut pejabat pemerintah, lebih dari 29 orang tewas dalam bentrokan antara demonstran dan pasukan keamanan sejak protes dimulai pada pertengahan Desember.
Al-bashir yang berkuasa sejak 1989, telah berjanji untuk melakukan reformasi ekonomi.
Sudan, rumah bagi 40 juta penduduk, telah berjuang untuk pulih dari kerugian produksi minyaknya, sejak Sudan Selatan memisahkan diri pada 2011.