Dunia

Angkatan Udara AS larang warga sipil masuki Area 51

Sebanyak 1,5 juta pengguna Facebook menyatakan tertarik untuk ikut memasuki pangkalan militer rahasia di Nevada yang diduga tempat alien dan pesawat ruang angkasa disembunyikan

Maria Elisa Hospita   | 19.07.2019
Angkatan Udara AS larang warga sipil masuki Area 51 Ilustrasi: Laman fanpage Storm Area 51 di Facebook. (Foto file-Anadolu Agency)

Jakarta Raya

Servet Gunerigok

WASHINGTON 

Lebih dari 1,7 juta orang telah bergabung dengan halaman khusus Facebook yang menyerukan penyerbuan ke pangkalan militer rahasia Area 51 di Nevada.

Sebanyak 1,5 juta diantaranya menyatakan ketertarikan dalam aksi tersebut.

Angkatan Udara Amerika Serikat pun mengeluarkan peringatan larangan untuk acara "Serbu Area 51" (Storm Area 51, They Can’t Stop All of Us) yang dijadwalkan berlangsung pada 20 September.

"Kita semua akan bertemu di Area 51 Alien Center dan mengoordinasikan arus masuk kita. Jika kita berlari seperti Naruto, kita bisa bergerak lebih cepat dari peluru mereka," ujar penggagas acara tersebut.

"Naruto" mengacu pada gaya lari karakter anime Jepang Naruto Uzumaki.

Pada Kamis, juru bicara Angkatan Udara Laura McAndrews mengatakan bahwa para pejabat mengetahui acara tersebut.

"Nevada Test and Training Range adalah area di mana Angkatan Udara menguji dan melatih pesawat tempur. Setiap upaya untuk mengakses instalasi militer atau area pelatihan militer secara ilegal adalah tindakan berbahaya," ujarnya kepada ABC News.

Sementara itu, para ahli teori konspirasi percaya bahwa pemerintah AS menggunakan pangkalan tersebut untuk menyembunyikan alien dan pesawat ruang angkasa mereka.

BBC pun menuturkan bahwa teori-teori itu dimulai pada 1989, ketika seorang pria bernama Bob Lazar mengungkapkan dalam sebuah wawancara bahwa dia adalah seorang fisikawan yang pernah bekerja di Area 51.

"Lazar mengatakan dia telah membongkar sebuah UFO di area tersebut dan membaca dokumen negara yang menyebutkan keterlibatan alien dalam kehidupan di bumi," papar BBC.

Luas pangkalan militer ini mencapai 2,9 juta hektar dan 5.000 mil persegi wilayah udara.

Pekan lalu, McAndrews mengatakan kepada Washington Post bahwa Angkatan Udara tidak menyarankan siapapun untuk memasuki area itu.

"Angkatan Udara AS selalu siap melindungi Amerika dan asetnya," tandas dia.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın