Sena Güler
17 Mei 2021•Update: 17 Mei 2021
ANKARA
Menyusul serangan udara masif Israel di Gaza, kantor berita Turki telah menawarkan kepada outlet media internasional untuk menggunakan kantor dan layanannya di Gaza untuk melanjutkan tugas mereka.
“Kami, Anadolu Agency, sangat terpukul menyaksikan serangan pasukan Israel yang menghancurkan kantor The Associated Press dan Al Jazeera," tulis Direktur Utama Anadolu Agency Serdar Karagoz dalam suratnya yang ditujukan ke CEO The Associated Press Gary Pruitt dan Chairman Al Jazeera Sheikh Hamad bin Thamer al-Thani.
“Sejak ketegangan meningkat dalam sepekan terakhir, pola penargetan jurnalis yang menjalankan tugas profesional mereka sangat nyata untuk mencegah peliputan situasi di sana,” kata dia.
Karagoz menekankan bahwa komunitas internasional harus menghentikan Israel yang menargetkan jurnalis dan warga sipil tak berdosa, terutama anak-anak.
"Para jurnalis mendokumentasikan pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan perang. Mereka membantu menulis sejarah. Kami tidak bisa tinggal diam melihat pasukan Israel menargetkan media dan berupaya membungkam arus bebas informasi," imbuh Karagoz.
"Doa kami bersama para jurnalis yang nyaris jadi sasaran serangan Israel," kata dia lagi.
Jurnalis jadi sasaran Israel
Pesawat-pesawat tempur Israel menghancurkan sebuah menara di Gaza yang menjadi kantor berbagai media, termasuk Al Jazeera dan The Associated Press, pada Sabtu.
Reporter Anadolu Agency juga telah dua kali menjadi sasaran pasukan Israel, kata Karagoz, dengan enam karyawan terluka selama seminggu terakhir.
"Editor Berita Timur Tengah kami, Turgut Alp Boyraz, kakinya ditembak dengan dua peluru plastik selama penggerebekan brutal polisi di Masjid al-Aqsa," ungkap petinggi Anadolu Agency.
Karagoz mengutuk serangan itu sekaligus menyatakan solidaritas dengan rekan-rekan awak media.
"Kami mendesak semua media dan institusi lain di seluruh dunia untuk mengutuk serangan Israel dan meminta pertanggungjawaban pihak berwenang Israel," tegas dia.
“Di masa duka ini, sampaikan simpati terdalam kami kepada staf Anda yang bekerja di Gaza,” tambah Karagoz.
Karagoz juga menekankan pentingnya menunjukkan solidaritas dan persatuan di masa-masa sulit untuk menegakkan prinsip-prinsip jurnalisme yang adil dan objektif di bawah ancaman besar dari otoritas Israel.