Pizaro Gozali İdrus
21 Februari 2019•Update: 22 Februari 2019
Pizaro Gozali
JAKARTA
Amnesty International pada Kamis menyerukan pemerintah Australia untuk melakukan penyelidikan independen terhadap kasus pesepakbola asal Bahrain Hakeem Al-Araibi yang ditahan di Bangkok, Thailand, lansir The Nation.
Seruan Amnesty ini menyusul pernyataan Otoritas Pasukan Perbatasan Australia (ABF) yang mengakui telah terjadi kesalahan internal yang mengakibatkan Hakeem al-Araibi ditahan di Bangkok.
"Benar-benar tidak dapat diterima bahwa Hakeem yang seharusnya berada di bawah pemerintah Australia, ditahan selama 76 hari di Thailand hanya karena seseorang di ABF lupa mengirim email," ujar ketua Amnesty International Australia Tim O’Connor.
Tim meminta Pemerintah Australia memastikan kasus pengungsi seperti Al-Araibi tidak terjadi lagi pada masa mendatang.
Untuk itu, Tim meminta pemerintah Australia mempublikasikan segera hasil investigasi terkait persoalan ini
Komisaris ABF Michael Outram sebelumnya mengatakan anggotanya gagal mengirim pemberitahuan kepada Polisi Federal Australia (AFP) dan Kementerian Dalam Negeri untuk menginformasikan bahwa al-Araibi menggunakan visa perlindungan di Australia.
Kondisi ini mendorong Interpol untuk merespons "red notice" yang dikeluarkan atas permintaan Bahrain.
Jika sudah diketahui oleh polisi Australia sebelumnya, tim Interpol di kepolisian Australia tidak akan mengeluarkan pemberitahuan.
Outram mengakui kesalahan yang dilakukan pasukan perbatasan mengakibatkan polisi Australia memberi tahu otoritas Thailand ada “red notice” untuk al-Araibi.
“Petugas dalam hal ini lupa mengirim email. Sesederhana itu, " kata dia.
Namun, Outram menolak untuk meminta maaf kepada al-Araibi dan mengatakan penahanannya bisa terjadi dengan cara lain, seperti kontak langsung antara Bahrain dan Thailand.