Maria Elisa Hospita
04 Desember 2018•Update: 04 Desember 2018
Shadi Khan Saif
KABUL, Afghanistan
Pemerintah Afghanistan memutuskan untuk mengatur milisi swasta kontroversial di tengah adanya tuduhan pelanggaran.
Usai pertemuan keamanan tingkat tinggi di ibu kota Kabul pada Senin, Dewan Keamanan Nasional mengumumkan kebijakan dan prosedur untuk melegalkan kelompok-kelompok bersenjata dan anggotanya.
Pertemuan tersebut dipimpin oleh Penasihat Keamanan Nasional Hamdullah Mohib.
Selama beberapa tahun terakhir, sejumlah kelompok bersenjata swasta bermunculan di beberapa area di negara yang dilanda perang itu.
Sementara itu, kelompok-kelompok hak asasi manusia sejak lama menyuarakan kekhawatiran mereka terhadap keberadaan milisi-milisi tersebut.
Awal tahun ini, Presiden Mohammad Ashraf Ghani menginstruksikan pihak berwenang untuk mengumpulkan semua anggota milisi. Namun, penangkapan para komandannya, yaitu Nezamuddin Qaisari dan Ali Pur, memantik serangan.
Dalam insiden baru-baru ini, pasukan Afghanistan juga menangkap Komandan Naveed, salah satu komandan milisi swasta di Provinsi Takhar, pekan lalu.