Nanı Afrıda
24 Desember 2019•Update: 25 Desember 2019
Santiaga Serna Doque
KOLOMBIA
Sebuah laporan oleh LSM Friends for Nature Foundation (FAN) mengungkapkan bahwa antara Januari dan November 2019 sudah 6.5 juta hektar hutan di Bolivia terbakar.
Angka ini hampir dua kali lipat jumlah rata-rata tahunan kebakaran di negara Amerika Selatan.
Dari Juli hingga November terjadi dampak terbesar dari kebakaran tersebut.
Santa Cruz dan Beni adalah dua kawasan di Bolivia yang paling terkena dampak kebakaran.
Sementara sepuluh kota juga mengalami dampak buruk, di mana mayoritas terletak di Chiquitanía.
Daftar kota yang terdampak ini dipimpin oleh San Matías, dengan 1,02 juta hektar (ha) terkena dampak; diikuti oleh San Ignacio de Velasco (667.848 ha), Charagua (578.464 ha), Concepcion (463.300 ha), Puerto Suárez (316.803 ha), San Rafael (222.621 ha), San José de Chiquitos (209.862 ha), Carmen Rivero Tórrez (209.862 ha) 157.611 ha) dan Roboré (157.382 ha).
Pada 16 Desember, Kementerian Lingkungan Hidup dan Air Bolivia memulai lokakarya untuk menyusun rencana pemulihan komprehensif untuk Chiquitanía.
Menteri Lingkungan Hidup Bolivia, María Elva Pinckert, menjelaskan bahwa untuk memulihkan Chiquitanía akan ada partisipasi para ahli, pihak berwenang dan pencinta lingkungan.
Rencana pemulihan mencakup masalah yang berkaitan dengan kesehatan, perumahan, pengembangan produktif, dan pendidikan.
Pada bulan Oktober, titik api dipadamkan lebih dari 4.500 petugas pemadam kebakaran dengan dukungan anggaran dari negara senilai USD23 juta.
Di Bolivia, kebakaran yang terjadi di Chiquitanía dipadamkan dengan menggunakan Boeing 747 Supertanker, Ilyushin, dan helikopter Chinook; Selain itu ada juga 17 helikopter dengan kapasitas transportasi yang lebih rendah, termasuk dua helikopter yang disediakan oleh pemerintah Peru.
Kebakaran di Bolivia menghancurkan 40 juta pohon dan berdampak langsung pada 1.200 spesies hewan, termasuk 788 burung, 242 mamalia, 140 reptil, dan 43 amfibi.