Chandni
05 Februari 2018•Update: 06 Februari 2018
Sorwar Alam dan Sadik Kedir Abdu
RAMALLAH, Teritori Palestina
Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) pada Minggu mengatakan setidaknya 45 sekolah di Palestina terancam dihancurkan oleh pihak berwenang Israel.
Dalam sebuah pernyataan, koordinator OCHA untuk kawasan Palestina Roberto Valent mengatakan sebuah sekolah Palestina di Yerusalem Timur diratakan oleh prajurit Israel.
"Penghancuran itu dilakukan dengan alasan mereka tidak memiliki surat izin yang dikeluarkan oleh Israel, yang sangat sulit diperoleh," kata Valent.
"Masalah yang sama terjadi di Abu Nuwar, ratusan anak-anak dari 45 sekolah di wilayah Tepi Barat harus hidup dalam ketidak pastian. Sudah ada instruksi untuk menghancurkan sekolah-sekolah mereka dan itu mengancam akses pendidikan bagi mereka," lanjut pernyataan Valent.
Statemen itu juga mengatakan pasukan Israel menghancurkan dua ruang kelas di komunitas Bedouin dan pengungsi di Abu Nuwar, yang terletak di Area C di pinggiran Yerusalem.
Pendidikan 26 anak-anak yang belajar di sekolah itu dibiayai Uni Eropa dan OCHA mengatakan penghancuran itu dilakukan tanpa izin.
"Abu Nuwar adalah salah satu komunitas rentan di Tepi Barat yang sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan. Ini adalah aksi penghancuran atau penyitaan keenam di sekolah Abu Nuwar oleh pihak Israel sejak Februari 2016," terang Valent.
Perjanjian Oslo tahun 1995 antara Israel dan Palestina membagi kawasan Tepi Barat menjadi Area A, B dan C. Wewenang administrasi dan keamanan Area A diberikan kepada Palestina dan Area C diberikan kepada Israel.
Khusus untuk Area B, administrasi diurus oleh Palestina dan keamanan diatur oleh Israel.
Komunitas Bedouin Abu Nuwar terletak di Area C dan menampung sekitar 700 orang yang bersikukuh tidak mau meninggalkan desa mereka walaupun terus menghadapi ancaman dan tekanan dari Israel.