Rafiu Ajakaye
25 April 2018•Update: 26 April 2018
Rafiu Ajakaye
LAGOS, Nigeria
Setidaknya 34 orang tewas dalam serangan pada akhir pekan di Nigeria, kata seorang anggota parlemen pada Selasa yang juga menyerukan untuk meningkatkan keamanan dan bantuan bagi korban kekerasan.
Pada Sabtu, 34 orang - semuanya pria - dibunuh oleh "penjahat bersenjata" di desa Karu, negara bagian Zamfara. Pembunuhan itu mengakibatkan 64 perempuan menjadi janda dan hingga 113 anak-anak kehilangan ayah mereka, kata Senator Kabiru Marafa di hadapan parlemen.
"Antara Februari sampai hari ini, hingga 200 orang sudah dibunuh, dan tampaknya tidak ada bantuan bagi mereka. Kita harus melakukan sesuatu untuk menghentikan pembunuhan ini. Kami memohon Lembaga Penanggulangan Bencana Nasional agar segera membantu keluarga-keluarga yang ditinggalkan," pintanya.
Ruangan senat sempat hening selama semenit sebagai tanda penghormatan bagi korban, dan mengatakan akan mereka akan bertanya apa yang sudah dilakukan pihak keamanan untuk meredam insiden pembunuhan ini, khususnya di wilayah pertanian di mana sering terjadi bentrokan antara penggembala dan petani.
Sebelumnya, pada Selasa, juru bicara pemerintahan Benue Terver Akase mengatakan kepada wartawan bahwa 15 orang tewas dalam serangan dini hari di sebuah gereja Katolik di kawasan Ayer-Mbalom.
Pihak berwenang juga memastikan dua orang pendeta - Pdt. Joseph Gor dan Felix Tyolaha - tewas dalam kekerasan itu, yang dituduh dilakukan oleh komunitas penggembala.
Juru bicara gereja Pdt. Moses Iorapuu pada Selasa mengatakan para penyerang datang pada saat misa pagi hari.
Presiden Muhammadu Buhari mengutuk serangan-serangan itu melalui sebuah pernyataan.
"Saya menyampaikan bela sungkawa yang mendalam kepada pemerintah dan warga Benue, komunitas Mbalom, dan khususnya kepada pendeta dan jemaat Gereja Katolik St Ignatius, di mana serangan keji itu diluncurkan.
"Serangan terbaru ini sangat keji karena memasuki tempat ibadah, membunuh pendeta dan jemaat bukan hanya tindakan jahat dan setan, namun tampak seperti upaya memantik konflik agama di antara komunitas itu," keluhnya.
Buhari berjanji akan memburu para pelaku dan menuntut keadilan.