Astudestra Ajengrastrı
15 Agustus 2018•Update: 16 Agustus 2018
Alix Hardy
MEXICO CITY
Dua pejabat tinggi militer ditahan karena diduga terlibat dalam serangan dengan pesawat nirawak pada Presiden Venezuela Nicolas Maduro di awal bulan ini, kata jaksa penuntut negara tersebut pada Selasa.
"Pada 13 Agustus, Kolonel Pedro Javier Zambrano Hernandez dan Jenderal Alejandro Perez Gamez dibawa ke pengadilan ... dan diambil kebebasannya," kata Tarek Saad dalam konferensi pers yang ditayangkan berbagai kanal televisi nasional.
Saad berkata 14 orang, termasuk seorang anggota legislatif dari partai oposisi, saat ini ditahan atas dugaan terlibat dalam serangan 4 Agustus di Caracas, ketika Maduro sedang berpidato.
"Sampai hari ini, ada daftar nama 34 orang yang diduga terlibat dengan serangan itu. Dua puluh di antaranya belum ditahan karena mereka tinggal di luar negeri," tambah Saad.
Pemimpin oposisi Julio Borges, yang terbang ke Kolombia setelah usaha negosiasi yang gagal dengan pemerintahan Maduro, dimasukkan dalam surat perintah penangkapan karena otoritas menuduhnya sebagai "otak" di belakang serangan ini.
Maduro, yang berhasil lolos tanpa luka-luka dalam ledakan itu, menyalahkan "faksi sayap-kanan" atas serangan tersebut, mengatakan pelaku di baliknya berhubungan dengan Kolombia dan Amerika Serikat. Kedua negara menyangkal tuduhan ini, dengan Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton mengatakan serangan itu bisa berasal "dari banyak kemungkinan, termasuk kemungkinan dilakukan oleh rezim negara itu sendiri."
Para penentang Maduro khawatir pemerintah akan menggunakan serangan itu, menyebutnya sebagai "usaha kudeta", untuk menekan oposisi lebih keras dan menerapkan penjagaan pasukan keamanan lebih ketat.
Sebelumnya, Maduro telah kerap menyebut anggota militer mencoba menggulingkan kekuasaannya.
Menurut portal berita independen Venezuela, Runrun.es, Maduro juga pernah berujar dalam sebuah pertemuan dengan jajaran pemimpin militer pada 11 Agustus bahwa anggota pasukan keamanan "harus berhati-hati membela anggota keluarga yang mendukung oposisi sebelum mereka kehilangan karier mereka karena ceroboh.
"Saya akan sangat ketat soal ini dan menjaga supaya rezim tidak disusupi," ujar Maduro seperti dikutip oleh media tersebut.
Sebuah kelompok yang menamai diri Soldiers in T-shirts mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut melalui sosial media.
Pada Juni 2017, mantan petugas polisi Oscar Perez membajak sebuah helikopter polisi dan menyerang Gedung Mahkamah Agung dan Kementerian Dalam Negeri dengan granat tangan.