Rhany Chairunissa Rufinaldo
06 Desember 2019•Update: 07 Desember 2019
Alaattin Dogru
DAKAR, Senegal
Ratusan anggota kelompok pemberontak Rwanda menyerah kepada tentara di Republik Demokratik Kongo, menurut seorang juru bicara militer Kamis malam.
Berbicara di televisi milik negara, Mayor Jenderal Leon Kasonga mengatakan 306 anggota Pasukan Demokratik untuk Pembebasan Rwanda (FDLR) menyerah dengan senjata mereka di wilayah Kalehe, Provinsi Kivu Selatan.
"Pemberontak tidak memiliki kesempatan untuk melarikan diri setelah pangkalan mereka di Taman Nasional Kahuzi-Biega dihancurkan," ujar Kasonga.
Asifiwe Nshimiyimana Manudi, salah satu pemimpin FDLR, ditangkap pada Senin.
Sementara itu, Sylvestre Mudacumura, komandan kelompok pemberontak itu, tewas di tangan tentara Kongo pada September.
Mudacumura ditetapkan sebagai buron oleh Pengadilan Pidana Internasional karena melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan oleh.
Kelompok pemberontak itu membentuk milisi ketika berada di Kongo dan mengalami beberapa kali perubahan nama.
Setelah menjadi FDLR, kelompok itu menyatakan perang terhadap Rwanda.
Kongo yang kaya mineral adalah sarang bagi segudang kelompok bersenjata, termasuk FDLR dan Pasukan Demokrat Sekutu Uganda.