Sinan Doğan
15 Agustus 2021•Update: 16 Agustus 2021
Dilara Hamit dan Sinan Dogan
ANKARA
Setidaknya 304 orang tewas dan lebih dari 2.000 terluka setelah gempa berkekuatan 7,2 menguncang Haiti pada Sabtu, menurut badan pertahanan sipil negara itu.
Pusat gempa berada 12 kilometer (7,5 mil) timur laut Saint-Louis-du-Sud, pada kedalaman 10 kilometer (6 mil).
Sistem Peringatan Tsunami AS mengeluarkan peringatan tsunami di wilayah tersebut yang memperingatkan bahwa gelombang bisa naik 3 meter (9,8 kaki).
Peringatan itu kemudian dicabut.
Gempa susulan berkekuatan 5,2 dirasakan dan lebih banyak gempa susulan diperkirakan terjadi dalam beberapa hari mendatang, menurut Survei Geologi AS (USGS).
Para pejabat mengatakan USGS mencatat sembilan gempa susulan sejak gempa utama.
"Kami akan membuat aturan yang perlu untuk menolong orang-orang yang terkena dampak gempa di Semenanjung Selatan. Kami harus menunjukkan banyak solidaritas sehubungan dengan keadaan darurat. Pemerintah akan mengumumkan keadaan darurat. Kami akan bertindak cepat," kata Perdana Menteri Ariel Henry.
Otoritas mengatakan ratusan luka-luka dalam bangunan yang hancur dan sedang dalam upaya pencarian.
Sementara jumlah korban pasti masih belum diketahui.
Haiti, yang telah mengalami kehancuran akibat gempa, telah meminta bantuan internasional.
Salah satu gempa bumi paling mematikan di dunia dalam satu abad terakhir terjadi di Haiti pada 12 Januari 2010.
Menurut angka resmi, 316.000 orang tewas dan 300.000 terluka dalam gempa berkekuatan 7,0 yang terjadi di selatan negara itu. Sekitar 1,3 juta orang kehilangan tempat tinggal setelahnya.
Ditulis oleh Merve Berker