Muhammad Abdullah Azzam
16 Juni 2020•Update: 16 Juni 2020
Riyaz ul Khaliq
ANKARA
Tiga tentara India, termasuk seorang perwira, tewas dalam bentrokan sengit dengan pasukan China di sepanjang perbatasan, yang dikenal sebagai Garis Kontrol Aktual, di daerah Ladakh di Jammu Kashmir.
Tentara India pada Selasa mengatakan bentrokan itu terjadi pada Senin kemarin malam selama proses de-eskalasi di Lembah Galwan, Ladakh di mana pertempuran sengit terjadi dan menelan korban, selain itu kedua pihak terlibat bentrokan sejak awal Mei.
Di antara tiga tentara India yang tewas, satu di antaranya seorang kolonel.
Perwira militer dari kedua pihak terlibat dalam negosiasi untuk meredakan situasi, kata pernyataan itu juga.
Namun, Kementerian Luar Negeri China mengatakan pihak India telah "melanggar konsensus secara serius."
"Pasukan India secara serius melanggar konsensus kedua belah pihak dengan melintasi perbatasan secara ilegal dua kali dan melakukan serangan provokatif terhadap tentara China, yang mengakibatkan bentrokan fisik yang serius," lapor harian Global Times yang mengutip pernyataan kementerian.
Ini adalah pertama kalinya China dan India terlibat dalam bentrokan militer yang fatal di sepanjang Garis Kontrol Aktual sejak 1975.