Muhammad Abdullah Azzam
15 November 2018•Update: 15 November 2018
Alaattin Doğru
DAKAR
Sebanyak 29 anggota kelompok bersenjata tewas dalam bentrokan antara militer dan para pemberontak di barat laut, Kamerun.
Menurut laporan dari sumber keamanan, terjadi bentrokan pada Selasa dan Rabu saat pasukan keamanan melakukan operasi terhadap kelompok separatis Anglophone kota Nkambe di wilayah Utara-Barat negara itu.
Pasukan keamanan melakukan operasi keamanan di wilayah tersebut setelah kelompok separatis menyerang para gembala dari suku Fulani di sana.
Pasukan keamanan menyita banyak senjata dan amunisi dalam operasi itu.
Kamerun telah ricuh oleh protes selama lebih dari setahun, dengan penduduk di daerah yang berbahasa Inggris mengaku telah dipinggirkan selama beberapa dekade oleh pemerintah pusat dan kelompok mayoritas yang berbahasa Prancis.
Para demonstran menyerukan untuk kembali ke federalisme atau ke negara berbahasa Inggris, yang oleh para demonstran disebut sebagai "Republik Federal Ambazonia".
Krisis di wilayah Anglophone, yang dimulai sebagai sebuah demonstrasi sektoral, berkembang dengan cepat menjadi sebuah pemberontakan bersenjata, menyusul represi kekerasan pasukan keamanan Kamerun pada 22 September dan 1 Oktober 2017, menurut International Crisis Group (ICG).