Eşref Musa, Burak Karacaoğlu
02 Februari 2018•Update: 02 Februari 2018
Eşref Musa, Burak Karacaoğlu
IDLIB
Dalam sebulan terakhir ini, serangan udara dan darat telah membunuh 211 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, serta melukai ratusan orang di kawasan de-eskalasi Idlib di Suriah, menurut Tim Pertahanan Sipil Suriah White Helmets pada Kamis.
Tim Pertahanan Sipil Suriah mempublikasi sebuah laporan di media sosial terkait serangan ke wilayah Idlib dan sekitarnya.
Direktur White Helmets mengatakan serangan udara itu dilakukan pesawat tempur Rusia dan Assad.
Dalam laporan tersebut, 59 anak-anak, 50 perempuan, total sebanyak 211 warga sipil tewas, dan sedikitnya 447 warga sipil terluka dalam serangan udara dan darat yang dilakukan oleh rezim Assad dan Rusia di wilayah Idlib pada bulan Januari.
Selain di Idlib tentara rezim dan sekutu-sekutunya terus melakukan serangan darat dan udara intensif ke permukiman warga di distrik Serakib, Maarat al-Numan, Khan Shaikhun, Jarjanaz, Tamaniya, Kafar Sajha dan Kafr nabl.
Zona de-eskalasi Idlib menghadapi serangan udara intens selama lebih dari sebulan terakhir.
Lokasi yang terletak di utara Suriah dan dekat perbatasan Turki itu ditetapkan sebagai zona de-eskalasi pada 4-5 Mei 2017 di pertemuan Astana. Wilayah itu berada di bawah kendali kelompok bersenjata anti-rezim dan sering menghadapi serangan Assad dan Rusia.
Perang sipil di Suriah dimulai ketika rezim Bashar al-Assad mulai menindak keras demonstrasi pro-demokrasi. Ratusan ribu warga sipil menjadi korban konflik itu yang melibatkan pasukan koalisi menyerang oposisi. Jutaan lainnya terpaksa melarikan diri dan mengungsi.