Rhany Chairunissa Rufinaldo
28 Februari 2019•Update: 01 Maret 2019
Haydar Karaalp
BAGHDAD
Kementerian Kesehatan Irak pada Rabu mengatakan sekitar 20.000 dokter telah meninggalkan negara itu karena ancaman kematian dan upah rendah.
Serangan dan pelecehan oleh sejumlah anggota suku juga menyebabkan dokter-dokter Irak meninggalkan negara itu dan memulai kehidupan baru di negara lain, Sayf Badir, juru bicara kementerian, mengatakan pada konferensi pers di Baghdad.
"Saat ini kami sedang berusaha membujuk dokter Irak yang tinggal di luar negeri untuk kembali bekerja di negara kami," katanya.
Badir tidak memberikan informasi apa pun tentang jumlah dokter yang ada saat ini di Irak.
Irak telah menderita krisis keamanan sejak pertengahan 2014, ketika Daesh merebut kota Mosul dan menyerbu sebagian besar wilayah di bagian utara dan barat negara itu.
Menurut PBB, lebih dari 3,4 juta orang kini mengungsi di Irak - lebih dari setengahnya adalah anak-anak - sementara lebih dari 10 juta sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan.